HAJAT 775: Kota Ternate Kembali ke Akar Adat, Perayaan Tanpa Karangan Bunga
Ternatehariini – Peringatan Hari Jadi Kota Ternate (HAJAT) ke-775 tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Ternate, untuk mengembalikan perayaan daerah ke akar adat dan budaya Kesultanan Ternate. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian upacara inti HAJAT dipusatkan di Kadaton Kesultanan Ternate.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa pemerintah kota bersama Kesultanan, telah menyepakati perubahan tata kelola perayaan HAJAT, yang diawali dengan sejumlah ritual adat sakral seperti kololi kie mote ngolo atau mengelilingi pulau melalui laut, kololi kie mote nyiha atau mengelilingi darat, hingga fere kie atau ziarah ke Gunung Gamalama. Perayaan ini dimulai pada Kamis, 25 Desember besok.
“Ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi upaya mengembalikan nilai-nilai spiritual dan adat sebagai fondasi pembangunan Kota Ternate,” kata Rizal, Rabu 24 Desember 2025.
Menurutnya, mulai HAJAT ke-775 ini, pelaksanaan upacara adat HAJAT akan dipermanenkan di Kedaton Kesultanan Ternate dan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali). Hal ini menandai pengakuan penuh pemerintah terhadap peran Kesultanan, sebagai sumber nilai dan identitas masyarakat Ternate.
“Kami mengembalikan titah adat ke Kesultanan, sebagai ikhtiar meminta perlindungan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Ternate,” ujarnya.
Momentum HAJAT juga ditandai dengan pelantikan dan pemberian gelar adat sidodemo kepada Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, sebagai bagian dari struktur adat Kesultanan Ternate. Penobatan ini menegaskan hubungan simbolik antara pemerintahan modern dan institusi adat.
Menariknya, perayaan HAJAT 775 juga mengusung konsep ramah lingkungan. Pemerintah kota meniadakan karangan bunga ucapan selamat yang selama ini menjadi sumber sampah. Sebagai gantinya, OPD dan instansi diminta menghadirkan hasil bumi seperti buah, sayur, dan ikan.
“Ini agar perayaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mengurangi sampah,” jelas Rizal.
Ketua Panitia HAJAT, Faisal D. Harun, menambahkan bahwa kesiapan teknis kegiatan telah mencapai 90 persen. Ia memastikan seluruh OPD telah diarahkan untuk menampilkan potensi lokal sesuai bidang masing-masing.
“Misalnya Dinas Perikanan menyajikan hasil laut khas Ternate. Ini perayaan rakyat, bukan sekadar tontonan,” katanya.
Rangkaian HAJAT 775 juga dijadwalkan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, yang akan menyampaikan sejumlah program dan bantuan bagi Kota Ternate.




