100 Lansia di Halsel Resmi Diwisuda, Pemda Dorong Pendidikan Inklusif
Teranatehariini — Sebanyak 100 warga lanjut usia resmi diwisuda setelah mengikuti program Sekolah Bina Keluarga Lansia (BKL). Pelaksanaan Wisuda Lansia Angkatan ke-2 Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati, Kamis 15 Januari 2026.
Para wisudawan berasal dari sejumlah BKL, yakni BKL Marimoi, BKL Nanga Gogaho, BKL Pasir Putih, dan BKL Tawa.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Selatan Rifa’at Alsa’adah Bassam, jajaran pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas semangat para lansia yang tetap antusias menuntut ilmu di usia lanjut. Menurutnya, pendidikan tidak mengenal batas usia dan para lansia Halsel telah membuktikan hal tersebut.
“Usia bukanlah penghalang untuk belajar. Hari ini saya menyaksikan sendiri bapak-bapak dan ibu-ibu kita, meski telah memasuki usia lanjut, tetap memiliki semangat belajar yang sangat tinggi,” ujar Helmi.
Helmi menjelaskan, penyelenggaraan sekolah lansia merupakan amanat undang-undang sekaligus respons pemerintah terhadap perubahan struktur penduduk. Berdasarkan berbagai survei, Indonesia saat ini tengah memasuki fase aging population, di mana jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat seiring membaiknya layanan kesehatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Di Kabupaten Halmahera Selatan, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu jiwa atau hampir 17 persen dari total penduduk. Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Karena itu, kehadiran sekolah lansia tangguh menjadi sangat penting. Ini adalah bentuk perhatian negara dan daerah dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Helmi mengungkapkan bahwa konsep Lansia Tangguh yang diterapkan dalam sekolah lansia mencakup tujuh dimensi utama, yakni spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, serta kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh materi dirancang agar mudah dipahami dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia optimistis, melalui pendidikan nonformal tersebut, para lansia akan semakin teredukasi, memiliki wawasan yang luas, serta mampu mengambil keputusan hidup yang lebih sehat dan bijak. Dampaknya, kata Helmi, tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.
“Pada akhirnya, ini akan memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan harapan hidup, mendorong kesejahteraan, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat,” katanya.
Helmi juga berharap, program sekolah lansia dapat terus dikembangkan dan diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Halmahera Selatan. Ia mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) yang telah menginisiasi serta menjalankan program tersebut secara berkelanjutan.
Selain itu, Wakil Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk pihak Harita atas dukungan penyediaan air bersih, serta Kodim 1509/Labuha melalui program bakti masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci. Dengan kerja sama, keterbatasan yang ada dapat kita jawab bersama demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Helmi.




