Pimpin Upacara HKN, Bupati Halmahera Timur Sentil Oknum ASN Diduga Terlibat Kasus Narkoba
Ternatehariini – Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyoroti dugaan keterlibatan salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur, dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati, Senin 19 Januari 2025.
Dalam amanatnya, Bupati Ubaid menegaskan bahwa perilaku ASN yang terlibat narkoba mencoreng citra pemerintah daerah dan tidak patut diteladani.
“Ada citra negatif yang tidak patut kita tiru. Teman-teman sekalian, ini masih terjadi di lingkup pemerintahan kita,” ujar Ubaid di hadapan peserta apel.
Ia menekankan bahwa, ASN seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Namun, masih terdapat oknum yang belum memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba.
“Ada staf kita yang belum sadar, diduga sebagai pengguna narkoba. Ini harus menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua,” ungkapnya.
Meski tidak menyebutkan identitas oknum ASN yang dimaksud, Ubaid dengan sikap tegas meminta Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), untuk mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pak Sekda dan Kepala BKD, saya minta agar staf yang seperti ini diberlakukan aturan sebagai seorang PNS. Narkoba adalah musuh negara dan musuh dunia. Tidak ada toleransi di jajaran pemerintah daerah,” tegas Bupati dua periode tersebut.
Lebih lanjut, Ubaid mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Halmahera Timur agar menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merugikan diri sendiri maupun institusi.
“Ini harus menjadi atensi dan perhatian kita semua. Saya minta teman-teman sekalian menjauhi perbuatan itu karena sangat merugikan diri saudara-saudara,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, menjaga harkat dan martabat sebagai abdi negara merupakan tanggung jawab bersama, demi terwujudnya pemerintahan Halmahera Timur yang lebih baik.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di lingkup Pemerintahan Halmahera Timur,” pungkasnya.




