Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Pemkab Halmahera Tengah Gandeng Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Pemkab Halmahera Tengah Gandeng Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Ternatehariini – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, resmi menjalin kerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), dalam rangka memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan daerah.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, bersama Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufik, bertempat di Kantor Pusat Bulog Republik Indonesia, Jalan Gatot Subroto No. Kav. 49, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat 6 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gedung Bulog Pusat Lantai 1 dan turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam audiensi tersebut, Ikram M. Sangadji menyampaikan bahwa kerja sama ini, merupakan langkah strategis pemerintah daerah, dalam melakukan percepatan dan akselerasi program ketahanan pangan. Ia menegaskan, meskipun Halmahera Tengah bukan merupakan daerah sentra pangan, daerah tersebut memiliki sejumlah wilayah potensial yang dapat dikembangkan secara optimal.

“Beberapa wilayah seperti Weda Utara yang memiliki tiga lokasi transmigrasi, serta Wairoro dengan kapasitas produksi yang cukup besar, selama ini telah menyuplai kebutuhan pangan untuk Halmahera Tengah hingga Kota Ternate,” ujar Ikram.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kehadiran gudang Bulog di wilayah Halmahera Tengah, sebagai instrumen pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pangan. Ia menjelaskan, kondisi geografis Pulau Halmahera yang luas menyebabkan pasokan pangan masih sangat bergantung pada jalur transportasi laut dari Surabaya, Sulawesi, dan Manado dengan biaya distribusi yang relatif tinggi.

“Dengan adanya gudang Bulog di Halmahera Tengah, kami akan sangat terbantu. Karena itu, saya telah menginstruksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk tidak menunggu kabupaten lain, tetapi mengambil langkah lebih cepat agar proses ini segera terealisasi,” tegasnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan