Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Satu Tahun IMS–ADIL: Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah Mulai Dibangun

Satu Tahun IMS–ADIL: Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah Mulai Dibangun

Ternatehariini – Satu tahun kepemimpinan Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Hal itu disampaikan keduanya dalam wawancara program Ekonomi 8 Pagi di Garuda TV, Jumat 6 Februari 2026.

Bupati Ikram M. Sangadji mengatakan, tahun pertama kepemimpinan IMS–ADIL diarahkan pada kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Kami sadar bahwa tahun pertama ini adalah fase membangun dasar. Karena itu, program yang kami jalankan harus betul-betul dirasakan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” kata Ikram.

Di sektor kesejahteraan sosial, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah merealisasikan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta penyaluran santunan sosial, seperti santunan duka, janda, lansia, dan anak yatim piatu bagi warga kurang mampu.

Pada bidang pendidikan, Ikram menjelaskan bahwa pemerintah daerah memperluas akses pendidikan melalui beasiswa daerah, termasuk jalur afirmasi, serta bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa TK hingga SMA/sederajat.

“Pendidikan tidak boleh terhambat hanya karena faktor ekonomi. Bantuan seragam sekolah ini kami rancang untuk meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2026 pemerintah daerah berencana melengkapi program tersebut dengan bantuan sepatu sekolah.

Sementara di sektor kesehatan, Wakil Bupati Ahlan Djumadil menuturkan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian utama, salah satunya melalui kerja sama dengan rumah sakit rujukan dan institusi pendidikan kedokteran.

“Kami ingin pelayanan kesehatan di Halmahera Tengah terus meningkat, baik dari sisi kualitas tenaga medis maupun sistem rujukan,” kata Ahlan.

Dalam menghadapi potensi bencana, Ahlan juga memaparkan inovasi SIGAB WEDA, sebuah sistem informasi kebencanaan berbasis masyarakat yang bertujuan mempercepat penyampaian informasi dan respons di lapangan.

“SIGAB WEDA dirancang agar masyarakat menjadi bagian dari sistem peringatan dini, sehingga penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Pada segmen ekonomi, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi, UMKM, serta sektor perikanan dan pertanian. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan sarana produksi, pendampingan, dan perluasan akses pasar.

Menurut Ahlan, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Pembangunan harus dikerjakan bersama. Sinergi semua pihak penting agar hasil pembangunan merata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan