Pembangunan Pasar Baturaja Dinilai Mangkrak, Perindagkop Haltim Beri Penjelasan
Ternatehariini – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), menyoroti progres pembangunan Pasar Baturaja di Kecamatan Wasile yang dinilai belum berjalan maksimal.
Sorotan tersebut disampaikan dalam rekomendasi hasil reses anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) II Wasile, pada Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang Pertama dengan agenda Penyampaian Hasil Reses.
Dari delapan poin rekomendasi yang dibacakan juru bicara DPRD Dapil II Wasile, Sodiq Efendi, salah satu di antaranya meminta Pemerintah Daerah Haltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop UKM) untuk melakukan peninjauan, serta evaluasi terhadap proyek pasar tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Perindagkop Haltim, Susanti, menegaskan kegiatan pembangunan Pasar Baturaja masih berjalan dan belum dapat dikategorikan mangkrak. Ia menjelaskan, anggaran proyek tersebut bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.
“Saat ini pekerjaan masih dilaksanakan oleh pihak rekanan,” kata Susanti, Senin 9 Februari 2026.
Menurutnya, proyek Pasar Baturaja merupakan bagian dari pekerjaan luncuran. Selain di Kecamatan Wasile, pola serupa juga berlaku pada pembangunan Pasar Buli, di Kecamatan Maba serta Pasar Kota Maba.
“Pada prinsipnya, kegiatan ini bukan terhenti, tetapi merupakan proyek lanjutan. Untuk informasi rinci terkait anggaran, dapat dikonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas yang saat ini sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah,” ujarnya.
Hasil pantauan Ternatehariini.com di lokasi pada Selasa 10 Februari 2026 menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung. Proyek tersebut tercatat dengan nomor kontrak 530/37/SPK/Perindag-HT/XI/2025, bernilai Rp399.426.000, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan sejak 3 November hingga 31 Desember 2025.






