Ternate Hari ini
Beranda Ternate Refleksi Setahun: Tauhid–Nasri Perkuat Fondasi, Dorong Lompatan Pembangunan Ternate

Refleksi Setahun: Tauhid–Nasri Perkuat Fondasi, Dorong Lompatan Pembangunan Ternate

Tenatehariini – Satu tahun pertama kepemimpinan Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menjadi fase konsolidasi yang menentukan arah pembangunan Kota Ternate ke depan.

Berdasarkan Rilis yang diterima Ternatehariini.com dari Bappelitbangda Kota Ternate, Jumat 20 Februari 2026, Tauhid-Nasri genap dilantik pada 20 Februari 2025, duet ini menutup tahun awal pemerintahan dengan sejumlah capaian strategis di bidang tata kelola, infrastruktur, pelayanan publik, hingga pembangunan manusia.

Bagi Pemerintah Kota Ternate, tahun pertama bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat fondasi menuju akselerasi Visi Ternate Andalan Jilid II.

Periode awal kepemimpinan difokuskan pada pembenahan internal birokrasi. Dalam dua bulan pertama, sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berhasil diimplementasikan. Capaian tersebut berbuah Penghargaan Percepatan Pembangunan Manajemen Talenta ASN dari Badan Kepegawaian Negara.

Penguatan integritas juga menjadi perhatian utama. Kota Ternate meraih capaian Zona Hijau Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi dengan nilai 91 persen-tertinggi di Maluku Utara. Angka tersebut merefleksikan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pencegahan korupsi berbasis sistem.

Pada sektor infrastruktur, kolaborasi dengan pemerintah pusat menghasilkan dukungan anggaran Rp30 miliar untuk perbaikan 27 ruas jalan vital. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong aktivitas ekonomi.

Akses air bersih turut diperluas melalui peresmian SPAM Tobololo pada Januari 2026, yang menjangkau ribuan warga pesisir dan wilayah pinggiran kota. Di sektor transportasi laut, peningkatan standar keselamatan pelayaran mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, penghargaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diberikan atas capaian pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) terbaik di Maluku Utara-sebuah kebijakan yang mendorong kemudahan investasi dan pembangunan.

Pemerataan pembangunan juga diarahkan ke wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM). Infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga konektivitas laut diperkuat agar kawasan kepulauan mendapatkan akses pembangunan yang setara.

Di bidang ketenagakerjaan, Ternate meraih Paritrana Award Terbaik I tingkat Provinsi Maluku Utara atas implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang menjangkau pekerja formal maupun informal.

Sektor pendidikan menunjukkan kemajuan signifikan. SMP Negeri 1 Kota Ternate menjadi kandidat sekolah rujukan Google for Education, menandai percepatan transformasi digital pembelajaran. Secara lebih luas, Kota Ternate juga meraih Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai daerah dengan capaian terbaik di Indonesia Timur.

Di sektor kesehatan, predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda kembali diraih dari Kementerian Kesehatan, mempertegas konsistensi pengelolaan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Penguatan ketertiban umum pun mendapat pengakuan, melalui penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Di tengah pengurangan dana transfer pusat, Pemerintah Kota Ternate menjaga stabilitas fiskal tanpa memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kinerja birokrasi sekaligus stabilitas ekonomi lokal.

Dukungan terhadap UMKM terus diperkuat melalui kemudahan perizinan dan pengembangan ekosistem perdagangan. Tiga pasar utama Gamalama, Kotabaru, dan Bastiong mengantarkan Ternate meraih Penghargaan Pasar Tertib Ukur 2025 dari Kementerian Perdagangan, sebagai bentuk perlindungan konsumen dan kepastian transaksi.

Secara makro, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp14.731 ribu pada 2024 menjadi Rp14.945 ribu pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 82,59 menjadi 83,01, tertinggi di Maluku Utara. Umur Harapan Hidup tercatat 73,36 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah stabil di atas 15 tahun.

Tahun pertama kepemimpinan Tauhid–Nasri, memperlihatkan pola pembangunan yang menitikberatkan konsistensi kebijakan, stabilitas fiskal, dan sinergi lintas sektor. Tantangan fiskal serta dinamika sosial ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah, namun fondasi tata kelola, pelayanan publik, dan pembangunan manusia dinilai semakin menguat.

Refleksi satu tahun ini bukan sekadar deret capaian administratif. Ia menjadi penegasan arah bahwa Ternate ingin tumbuh sebagai kota yang sehat, transparan, berdaya saing, dan inklusif dengan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan