TPID Ternate Sidak Distributor, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idulfitri
Ternatehariini – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah distributor guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sidak dilakukan di beberapa distributor utama di Kota Ternate, di antaranya Bulog, Semarak, dan Firma Agung. Kegiatan ini bertujuan memantau langsung ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman didampingi Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Sekretaris Kota Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Nursida Dj. Mahmud, serta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara Dwi Putra Indrawan bersama sejumlah pejabat terkait.
Tauhid mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di Bulog, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang disalurkan melalui mitra resmi tidak mengalami kenaikan.
“Minyakita yang dikelola atau dijual Bulog kepada mitra tidak mengalami kenaikan harga. Di pasar juga terdapat tanda mitra resmi, sehingga pengendalian harga tetap dilakukan bersama antara Bulog dan para mitra,” ujar Tauhid.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan pada minyak goreng yang tidak dipasok melalui Bulog. Komoditas tersebut dibeli oleh distributor lain dan dijual di pasar dengan harga yang lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, Tauhid meminta Satgas Pangan melakukan pengecekan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama di lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga.
“Saya minta Satgas Pangan dalam satu hingga dua hari ke depan melakukan pengecekan di beberapa tempat yang terindikasi terjadi kenaikan harga atau perbedaan margin antara mitra Bulog dan distributor lain,” katanya.
Selain persoalan harga minyak goreng, pemerintah kota juga menerima laporan mengenai kendala distribusi barang dari Surabaya. Salah satunya terkait komoditas krimer yang mengalami keterlambatan pengiriman sejak Desember tahun lalu.
Menurut keterangan distributor Firma Agung, keterlambatan tersebut disebabkan oleh persoalan teknis yang memengaruhi distribusi barang ke wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku Utara.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Ternate berencana menyurati Pelindo Wilayah III agar memberikan perhatian terhadap kelancaran distribusi logistik ke wilayah timur.
“Kami akan menyurati Pelindo Wilayah III agar ada perhatian, minimal pemeliharaan atau langkah antisipasi sehingga distribusi barang dari Surabaya ke wilayah timur, termasuk Ternate dan Maluku Utara, tidak terganggu setelah Lebaran,” ujarnya.
Meski terdapat beberapa catatan terkait harga, secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Ternate menjelang Idulfitri dipastikan tetap aman dan terkendali.






