Wali Kota Ternate Minta TPID Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan
Ternatehariini – Pemerintah Kota Ternate melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) guna memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lantai III Kantor Wali Kota Ternate, Jumat 13 Maret 2026, dihadiri Ketua TPID Ternate yang juga Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, unsur Forkopimda, serta jajaran TPID dan instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menegaskan bahwa pelaksanaan HLM TPID merupakan forum strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di daerah.
Menurutnya, upaya tersebut penting di tengah dinamika global, seperti konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian cuaca yang berpotensi mempengaruhi tekanan harga pangan.
Tauhid menyebutkan, kinerja inflasi Kota Ternate sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan positif. Inflasi tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 1,91 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.
“Pemerintah Kota Ternate pada 2026 tetap menargetkan laju inflasi lebih rendah dari target nasional,” ujarnya.
Meski demikian, inflasi tahunan Kota Ternate pada Februari 2026 tercatat cukup tinggi, yakni 6,57 persen (yoy), yang menjadi angka tertinggi sejak Februari 2023.
Kenaikan tersebut dipicu beberapa faktor, antara lain normalisasi tarif listrik, kenaikan harga emas, serta tekanan harga pada sejumlah komoditas pangan, khususnya ikan segar menjelang Ramadan.
Wali Kota berharap TPID Kota Ternate terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi inflasi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Ia menekankan pentingnya penguatan berbagai program pengendalian inflasi agar mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sejauh ini, TPID Kota Ternate telah melakukan sejumlah langkah pengendalian inflasi, di antaranya melalui Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah, intensifikasi pemantauan harga kebutuhan pokok hingga tingkat pasar dan distributor, serta memastikan kelancaran distribusi logistik.






