Ambulans Laut Andalan Bahim Laksanakan Evakuasi Perdana Pasien dari Pulau Moti
Ternatehariini – Pemerintah Kota Ternate terus mengimplementasikan program prioritas Wali Kota dalam mewujudkan pemerataan pelayanan publik yang berkeadilan, khususnya di sektor kesehatan bagi masyarakat wilayah kepulauan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui operasional ambulans laut Andalan Bahim yang melaksanakan evakuasi perdana pasien rujukan dari Pulau Moti ke Kota Ternate.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Wali Kota Ternate, dr. M. Tauhid Soleman, untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pulau terluar, memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, aman, dan setara.
Pasien yang dirujuk adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun asal Kelurahan Moti Kota, Kecamatan Moti. Pasien diduga mengalami keracunan obat MDT dan sebelumnya telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Perawatan Moti.
Melalui ambulans laut Andalan Bahim, pasien dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate dan tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) pada pukul 17.35 WIT dengan keluhan sesak napas dan kondisi pucat.
Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi laut yang berombak. Meski demikian, tim tetap sigap dan memastikan keselamatan pasien selama perjalanan dari Pulau Moti menuju Kota Ternate.
Tim tenaga kesehatan yang terlibat terdiri dari Ishak Djuma, S.Kep dan Karmilawati Malawat, Amd.Kep, yang mendampingi pasien bersama orang tuanya. Dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Ternate juga turut memastikan kelancaran serta keselamatan transportasi laut selama proses rujukan.
Kehadiran ambulans laut ini menjadi wujud nyata penguatan sistem rujukan sekaligus upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata hingga ke wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan layanan kesehatan.
“Ambulans laut Andalan Bahim adalah wujud nyata pelaksanaan program prioritas Wali Kota dalam menjamin pemerataan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat wilayah kepulauan,” ujarnya, pada Sabtu 28 Maret 2026 malam.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Moh. Faizal Badaruddin, menegaskan dukungan penuh terhadap operasional layanan tersebut.
“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi, terutama dalam kondisi laut yang berombak. Ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program prioritas pemerintah daerah,” ungkapnya.
Melalui evakuasi perdana ini, Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.






