Tingkat Pengangguran di Maluku Utara Naik Meski Ekonomi Tumbuh Pesat
Ternatehariini – Perekonomian Provinsi Maluku Utara mencatatkan kinerja regional yang relatif tinggi, 39,10 persen (yoy) pada Triwulan III Tahun 2025. Lonjakan pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi industri pengolahan dan pertambangan yang aktif menopang hilirisasi.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Sakop menggatakan, di tengah pertumbuhan yang tinggi, stabilitas ekonomi makro di Maluku Utara juga terjaga dengan baik, dengan inflasi sebesar 1,89 persen yang menunjukkan stabilitas harga tetap terkendali.
Namun, Sakop menekankan bahwa, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat menjadi 4,55 persen, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) masih rendah, hanya 0,44 persen.
“Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun ekonomi tumbuh cepat, penciptaan lapangan kerja belum sejalan dengan pertumbuhan industri, terutama sektor ekstraktif yang cenderung padat modal tetapi kurang padat karya,” jelas
Di sisi lain, sambung Sakop, indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara naik menjadi 72,52 dan angka kemiskinan turun menjadi 5,81 persen. Namun, penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 104,38 dan kenaikan rasio gini menjadi 0,299 mengindikasikan adanya potensi ketimpangan ekonomi.
Sakop menekankan perlunya kebijakan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan berbasis sumber daya alam, tetapi juga fokus pada penciptaan lapangan kerja yang inklusif, serta mitigasi dampak sosial dan ekologis dari ekspansi industri ekstraktif.




