BPBD Ternate Catat 17 Kelurahan Terdampak Banjir dan Longsor
Ternatehariini – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mencatat, sebanyak 17 kelurahan terdampak banjir dan longsor, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku Utara, sejak tanggal 5-7 Januari 2026.
Untuk tanah longsor, kelurahan yang terdampak antara lain Kelurahan Mado, Kalumata, Sangaji Utara, Tafraka, Maliaro, Dorpedu, Afe Taduma, dan Kayu Merah.
Kepala BPBD Kota Ternate, Ferry Handany, mengatakan kerusakan material akibat longsor belum bisa dihitung secara pasti, karena sebagian besar yang terdampak merupakan talud atau infrastruktur pemerintah. Meski begitu, terdapat beberapa rumah semi permanen di Kelurahan Maliaro juga mengalami kerusakan.
Sementara itu, dampak banjir lebih dominan pada rumah-rumah warga. Kelurahan yang mengalami banjir antara lain Salero, Sangaji Utara, Akehuda, dan Tafure. “Rata-rata perabot rumah warga terendam,” ujar Ferry.
Ia menyebutkan, BPBD Kota Ternate terus memantau kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG berlangsung hingga 11 Januari 2026. Seluruh personel telah disiagakan, untuk penanganan darurat dan pemantauan wilayah terdampak.
“Personil sudah disiapkan, pemantauan saat cuaca ekstrem terus dilakukan,” tambah Ferry.




