BWS Maluku Utara Soroti Bangunan di Palung Sungai Lokasi Bencana Ibu
Ternatehariini – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyoroti keberadaan bangunan yang berdiri di palung sungai pada lokasi bencana banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Bangunan-bangunan tersebut dinilai melanggar aturan dan menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terkait bangunan yang berada di badan sungai, mengingat kewenangan penertiban berada pada pemerintah daerah.
“Kita dari BWS bersama BPJN akan memberikan rekomendasi. Yang jelas, sesuai aturan, bangunan di bantaran sungai tidak boleh. Dan sekarang kita lihat sendiri, sudah terjadi bencana,” ujar Saleh saat meninjau lokasi, Jumat 9 Januari 2026.
Menurutnya, saat ini bukan waktunya saling menyalahkan, namun kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Sulit sekarang kita saling menyalahkan. Tapi memang aturannya jelas, bantaran sungai harus bebas dari permukiman,” tegasnya.
Saleh menjelaskan, pembangunan di sepanjang aliran sungai menyebabkan penyempitan alur sungai. Padahal, lebar anak Sungai Ibu rata-rata mencapai 10 meter.
“Sekarang terjadi penyempitan. Kalau kita lihat, anak Sungai Ibu lebarnya sekitar 10 meter, tapi karena ada bangunan, aliran menjadi sempit,” jelasnya.
Ia bahkan menemukan bangunan yang tidak lagi berada di bantaran sungai, melainkan sudah masuk ke palung sungai, kondisi yang dinilai sangat berbahaya.
“Ini bukan lagi di bantaran sungai, tapi sudah di palung sungai. Di tengah aliran ada bangunan, di sisi kiri juga ada pondasi rumah yang mempersempit aliran. Itu salah satu penyebab utama bencana,” ungkapnya.
Selain bangunan, BWS Maluku Utara juga menyoroti kebiasaan warga yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Sungai bukan tempat pembuangan sampah. Sampah ada tempatnya,” kata Saleh.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas pembuangan sampah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai.
“Kita akan koordinasi dengan pemda supaya disiapkan tempat pembuangan sampah, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.




