Soroti Longsor di PT MHM, Komisi III DPRD Haltim Minta Perusahaan Utamakan K3
Ternatehariini – Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menanggapi serius peristiwa longsor yang terjadi di area PT Mega Haltim Mineral (MHM) pada Jumat, 16 Januari 2026 lalu.
Sekretaris Komisi III DPRD Haltim, Moh Kandung, mengatakan bahwa peristiwa longsor tersebut, sebagaimana diberitakan sejumlah media, telah mengakibatkan korban jiwa, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
“Komisi III DPRD Haltim menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal di lapangan, meskipun dalam kondisi yang tidak mudah, untuk melakukan pencarian korban,” ujar Moh Kandung kepada wartawan, Senin 26 Januari 2026.
Ia menegaskan, insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh perusahaan tambang dan industri yang beroperasi di Haltim, khususnya PT MHM, agar lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas operasional.
“Keselamatan tenaga kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar. Perusahaan wajib memastikan seluruh prosedur K3 dijalankan secara ketat, termasuk pengawasan terhadap area rawan longsor serta evaluasi sistem kerja di lapangan,” tegas politisi Partai Gelora tersebut.
Lebih lanjut, Komisi III DPRD Haltim akan meminta klarifikasi resmi dari pihak perusahaan serta mendorong instansi teknis terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di lokasi kejadian.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Perusahaan harus bertanggung jawab dan memastikan penanganan dilakukan secara transparan, termasuk pemenuhan hak-hak korban dan keluarganya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Haltim, khususnya Komisi III, berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah agar mematuhi peraturan, menjamin keselamatan pekerja, serta tidak mengabaikan aspek kemanusiaan dan lingkungan.




