Tantangan Operasional KDMP di Maluku Utara
Ternateariini – DJPb Provinsi Maluku Utara menyoroti sejumlah tantangan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop, yang juga selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, pada saat menggelar media briefing rutin “Torang Pe APBN” edisi Januari 2026 pada Kamis 29 Januari.
Sakop mengatakan, meski sebagian besar telah memiliki akun Simkopdes, namun KDMP yang sudah beroperasional baru 76 koperasi.
Sakop menyebutkan, percepatan pembangunan terus dilaksanakan di tengah beberapa kendala seperti skala ekonomi, permodalan, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, kebijakan tentang pengelolaan KDMP yang dinamis, resiko menyempitnya fiskal desa, dan konflik kepentingan dan risiko tata kelola.
Meski begitu, terdapat sejumlah rekomendasi yaitu, mempercepat pembangunan fisik dan gudang, ekspansi melalui koordinasi antar koperasi atau membentuk holding koperasi, pengawasan internal dan eksternal yang berlapis.
“Begitu juga dengan melakukan capacity building, memperbaharui informasi dan regulasi yang berlaku,” tandasnya.




