Pembalakan Liar Masih Marak di Kawasan Hutan Aketajawe Lolobata Halmahera Tengah
Ternatehariini – Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji mengaku, aktivitas pembalakan liar masih marak terjadi di kawasan hutan di sekitar Aketajawe Lolobata.
Ini disampaikan Ikram, saat memberi sambutan kunjungan Balai Taman Nasional (TN) Aketajawe Lolobata, bertempat di Ruang Rapat Bupati, Kamis 29 Januari 2026.
“Di sekitar Aketajawe Lolobata itu hutannya sangat luas. Saya bersama Wakil Bupati pernah masuk langsung ke kawasan tersebut dan mendengar banyak suara mesin sensor penebangan kayu,” ujar Ikram.
Ikram mengatakan, fungsi Balai Taman Nasional tidak hanya di dalam kawasan inti, tetapi juga di wilayah penyangga (Buffering). Ia juga mengkhawatirkan, potensi banjir rob yang membawa sisa-sisa tebangan kayu ke pemukiman warga.
“Kami Pemerintah Daerah siap bersinergi, bahkan membuat regulasi untuk menyelamatkan hutan. Kami berkewajiban melindungi rakyat Halmahera Tengah dan siap membantu Balai TN dalam upaya penegakan dan perlindungan lingkungan,” katanya.
Sementara, Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata, Budi Chandra menambahkan, kawasan hutan sebenarnya tidak mengenal batas administratif, sehingga apabila satu wilayah mengalami kerusakan, maka dampaknya akan meluas.
Olehnya itu, pentingnya pengamanan akses jalan menuju kawasan hutan dengan membentuk pos-pos pengamanan serta melibatkan masyarakat lokal dalam menjaga kawasan.
“Jika kami tidak menjaga kawasan ini dan tidak berkolaborasi dengan semua sektor, khususnya Pemda Halmahera Tengah, berarti kami belum bekerja dengan baik. Kami sudah berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi dan kedepan akan diperkuat oleh Pemda. Ini juga untuk menjaga keberlangsungan sumber air dan kelestarian budaya di sekitar kawasan setempat,” tambahnya.




