Ekonomi Melejit 51,88 Persen, Pemkab Haltim Tagih Perhatian Pusat
Ternatehariini – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Timur pada 2025 melonjak hingga 51,88 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara maupun nasional. Pemerintah daerah setempat berharap, adanya lonjakan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat untuk menopang percepatan pembangunan di Haltim.
Data itu disampaikan Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, saat menerima kunjungan rombongan Dewan Pertahanan Nasional Republik Indonesia di Kantor Bupati Haltim, Selasa, 23 Juni 2026.
Anjas mengatakan, pertumbuhan ekonomi Haltim saat ini berada dalam tren yang sangat tinggi, ditopang kuat oleh aktivitas sektor pertambangan dan penggalian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Timur mencapai 51,88 persen. Angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara sebesar 34,17 persen dan nasional 5,11 persen,” kata Anjas.
Ia menjelaskan, sektor pertambangan dan penggalian memberi kontribusi paling besar terhadap struktur ekonomi Haltim, yakni mencapai 63,06 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Di luar tambang, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 10,37 persen, sementara perdagangan besar dan eceran berkontribusi 7,97 persen.
Meski ekonomi tumbuh agresif, Pemkab Haltim juga menyoroti sejumlah indikator pembangunan manusia yang ikut mengalami perbaikan. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Haltim tercatat berada di angka 71,11, sedangkan Gini Ratio atau tingkat ketimpangan pendapatan berhasil ditekan di level 0,278.
Untuk sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Haltim berada di angka 4,44 persen. Sementara jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 11,05 ribu jiwa.
Tak hanya itu, Pemkab Haltim juga mengklaim intervensi di sektor kesehatan mulai menunjukkan hasil, terutama dalam upaya penurunan stunting. Angka prevalensi stunting yang pada 2023 berada di level 32,3 persen, turun menjadi 27 persen pada 2025.
Ia berharap, deretan capaian ekonomi dan sosial tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap agenda pembangunan dan transformasi daerah, terutama di tengah laju industrialisasi yang terus berkembang di wilayah itu. (Zhar/Red)





