Ternate Hari ini
Beranda Pelayanan Publik 245,67 Hektare Lahan Plasma Diserahkan, Petani Halsel Kini Kelola dan Panen Sendiri

245,67 Hektare Lahan Plasma Diserahkan, Petani Halsel Kini Kelola dan Panen Sendiri

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin

Ternatehariini – Sebanyak 245,67 hektare lahan plasma yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan PT Gelora Mandiri Membangun (GMM), kini mulai dikelola langsung oleh masyarakat melalui Koperasi Gane Bersatu.

Penyerahan pengelolaan lahan tersebut, menjadi langkah baru bagi para petani penerima manfaat, untuk menjalankan sendiri proses perawatan hingga pemanenan hasil perkebunan.

Kepastian pengelolaan itu disampaikan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, dalam acara Penyerahan Realisasi Fasilitas Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin 10 Agustus 2026.

Helmi mengatakan, penyerahan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan pengelola lahan, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi bukti bahwa kehadiran perusahaan di Halmahera Selatan benar-benar membawa manfaat, bukan hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Helmi.

Menurutnya, pengelolaan lahan oleh masyarakat merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Terlebih, status pengelolaan lahan tersebut untuk saat ini masih bersifat sementara.

Karena itu, para petani diminta menjaga kondisi lahan sekaligus mempertahankan produktivitas perkebunan, agar pengelolaan dapat memberikan hasil yang optimal.

“Rawat lahan ini sebaik-baiknya dan jaga produktivitasnya. Jika menghadapi kendala teknis dalam pengelolaan, jangan ragu untuk berkoordinasi dengan tim pendamping dari perusahaan maupun dinas terkait di Pemkab Halsel,” katanya.

Helmi menekankan, keberhasilan pengelolaan 245,67 hektare lahan tersebut tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis petani, tetapi juga pada kekompakan anggota Koperasi Gane Bersatu.

Ia meminta para petani membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan pengelolaan lahan.

“Yang terpenting, jaga kekompakan antaranggota koperasi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, kata Helmi, akan tetap melakukan pengawasan selama proses transisi pengelolaan berlangsung.

Pemda memastikan pengelolaan sementara tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata, bagi masyarakat penerima manfaat.

Lebih jauh, Helmi berharap pola kerja sama antara perusahaan dan masyarakat melalui pengelolaan lahan plasma tersebut, dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di wilayah lain di Halmahera Selatan.

Menurutnya, model kemitraan yang mampu memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat, dalam mengelola sumber daya ekonomi perlu terus didorong, selama tetap berjalan sesuai regulasi dan kesepakatan yang berlaku.

“Pemerintah daerah akan terus mengawal dan memantau proses ini agar pengelolaannya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan manajemen PT GMM, pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Halmahera Selatan, para asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Halmahera Selatan, serta petani penerima manfaat. (Ai/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan