Ternate Hari ini
Beranda Pelayanan Publik DLH Ternate Klaim Air Sulamadaha Layak Konsumsi, Hasil Uji Laboratorium Tunjukkan Perbedaan

DLH Ternate Klaim Air Sulamadaha Layak Konsumsi, Hasil Uji Laboratorium Tunjukkan Perbedaan

Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad

Ternatehariini – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate ,mengklaim kualitas air di Kelurahan Sulamadaha masih memenuhi syarat untuk dikonsumsi berdasarkan hasil pengukuran sejumlah parameter.

Namun, hasil uji laboratorium Universitas Khairun menunjukkan adanya perbedaan nilai pada dua sampel air yang diperiksa.

Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad, mengatakan pengujian dilakukan terhadap sampel air PDAM dan air bak di Kelurahan Sulamadaha. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebanyak dua kali dengan indikator utama derajat keasaman atau pH dan total padatan terlarut (Total Dissolved Solids atau TDS).

Menurut Musli, hasil pengukuran yang dilakukan Laboratorium Sistem Teknologi Budidaya Universitas Khairun Ternate menunjukkan nilai pH sebesar 7.

Ia menyebut nilai tersebut masih berada dalam rentang pH 6,5-8,5 yang menjadi acuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Berdasarkan hasil tersebut, Musli menilai kualitas air di Kelurahan Sulamadaha secara umum masih memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Sementara, hasil pengujian sampel air PDAM dan air bak milik pelanggan di Kelurahan Sulamadaha, Kota Ternate, yang dilakukan oleh Laboratorium Sistem Teknologi Budidaya Universitas Khairun Ternate tersebut, menunjukkan perbedaan pada sejumlah parameter, terutama total padatan terlarut atau Total Dissolved Solids (TDS), salinitas, dan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO).

Berdasarkan dokumen laporan hasil uji, sampel diambil oleh pelanggan pada 7 Oktober 2026 dan diuji pada 8 Oktober 2026. Pengujian dilakukan dua jenis sampel yaitu air PDAM dan air bak.

Pada sampel air PDAM, hasil pengujian menunjukkan pH sebesar 7, TDS sebesar 0,386 gram per liter, salinitas 0,29%, serta oksigen terlarut 9,52 miligram per liter dengan tingkat saturasi 118 persen.

Sementara itu, sampel air bak menunjukkan pH sebesar 7. Nilai TDS tercatat 0,000 gram per liter, salinitas 0,00%, dan oksigen terlarut 11,38 miligram per liter dengan tingkat saturasi 140,2 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi hasil pengukuran antara sampel air PDAM dan air yang berada di bak penampungan. Namun, data tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab perbedaan maupun menentukan apakah air aman dikonsumsi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan