Puskesmas Buli Target Cek Kesehatan 2026 Capai 85 Persen
Ternatehariini – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, mencatat pemeriksaan kesehatan mencapai 75 persen sepanjang tahun 2025 dengan target hingga 85 persen pada tahun 2026.
Kepala Puskesmas Buli, Dennis Raaldo Sitorus menyampaikan, capaian positif sepanjang tahun 2025 menjadi modal penting bagi pihak Puskesmas, untuk semakin aktif melakukan deteksi dini serta pemantauan kesehatan warga secara menyeluruh.
“Target kenaikan menjadi 85 persen di tahun 2026 mencerminkan optimisme dan tekad Puskesmas Buli dalam menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar, Dennis ketika ditemui wartawan ternatehariini.com, Selasa 20 Oktober 2026.
Ia juga mengatakan, peningkatan target ini akan diimbangi dengan berbagai langkah strategis, seperti penguatan program jemput bola, peningkatan sosialisasi pemeriksaan kesehatan berkala, serta optimalisasi peran Posyandu dan kader kesehatan di tingkat desa.
“Pencapaian 75 persen di tahun 2025 adalah hasil kerja keras bersama seluruh tenaga kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat. Untuk tahun 2026, kami optimistis mampu mencapai target 85 persen demi mewujudkan masyarakat Buli yang lebih sehat,” jelasnya.
Melalui program pemeriksaan kesehatan rutin ini, lanjut Dennis. Puskesmas Buli berharap dapat mendeteksi berbagai risiko penyakit secara lebih dini, sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
“Program cek kesehatan gratis adalah program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tentu kirinya, Puskesmas Buli terus berkomitmen merealisasikan program tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Bupati Ubaid Yakub terus menekankan kepada seluruh Puskesmas se Halmahera Timur, agar target pencapaian program cek kesehatan gratis terus ditingkatkan. Maka, ia menghimbau kepada masyarakat setempat untuk melakukan cek kesehatan.
“Pihak puskesmas juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memeriksa kesehatan di fasilitas kesehatan di desa maupun di Puskesmas,” pungkasnya. (Zhar/Red)





