Dibangun Bertahap Senilai Rp 8,2 Miliar, Kantor Dinsos Ternate Resmi Digunakan
Ternatehriini – Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial melalui pembenahan data penerima bantuan. Penegasan ini disampaikan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, saat meresmikan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ternate yang baru selesai dibangun, Senin 29 Desember 2025.
Peresmian kantor yang berlokasi di Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota, untuk mendorong optimalisasi kinerja Dinas Sosial, khususnya dalam pengelolaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tauhid menekankan, keberadaan gedung baru harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan ketepatan sasaran program sosial. Ia menyebut, Kota Ternate menjadi salah satu dari 32 daerah di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot project DTSEN, sehingga membutuhkan perhatian dan kerja serius dari jajaran Dinas Sosial.
“Masih ada persoalan dalam pendataan penerima bantuan sosial. Ini harus dibenahi agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Tauhid.
Ia juga mengingatkan, kinerja Dinas Sosial harus berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan perlindungan sosial. Ketiga prinsip tersebut, menurutnya, harus berjalan seimbang dan didukung oleh data yang akurat.
“Dengan fasilitas kantor yang permanen dan representatif ini, saya berharap kinerja Dinas Sosial semakin optimal, terutama dalam menjalankan tiga prinsip tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Ternate, Burhanuddin Abdul Kadir, menjelaskan bahwa pembangunan kantor Dinsos dilakukan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam beberapa tahun anggaran, dengan total nilai mencapai Rp8,2 miliar.
Ia merinci, tahap awal pembangunan dianggarkan melalui APBD 2022 sebesar Rp1,8 miliar dan dikerjakan oleh CV Wijaya Saka Sejati. Pembangunan dilanjutkan pada APBD 2023 dengan pagu Rp4,1 miliar yang dilaksanakan oleh CV Irama.
“Untuk tahap terakhir dianggarkan melalui APBD 2025 dengan nilai Rp2,2 miliar, dan kontraktor pelaksananya adalah CV Goya Boki Jaya,” jelas Burhanuddin.




