Ternate Hari ini
Beranda Publik Ketimpangan Transmigrasi di Maba Utara Disorot, Dialog Publik Segera Digelar

Ketimpangan Transmigrasi di Maba Utara Disorot, Dialog Publik Segera Digelar

Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta, Ikmal Ali M. Nur.

Ternatehariini – Program transmigrasi merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan mendorong pemerataan pembangunan, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, serta mempererat persatuan bangsa. Namun, lemahnya kebijakan negara dalam pengembangan kawasan transmigrasi justru membuat sebagian masyarakat terjebak dalam kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, serta melemahnya modal sosial dan budaya.

Kondisi tersebut terlihat nyata di kawasan Transmigrasi Patlean, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, yang meliputi SP 1, SP 2, SP 4, dan SP 5.

Menanggapi persoalan tersebut, IKPM-HT menggandeng Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggelar dialog publik dengan menghadirkan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur.

“Berdasarkan hasil penelitian PSPK UGM, kawasan transmigrasi Patlean, Kecamatan Maba Utara, berada dalam kondisi stagnan, baik dari sisi infrastruktur, sosial-ekonomi, maupun kelembagaan. Selain itu, pemanfaatan potensi kawasan juga belum maksimal,” ujar Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta, Ikmal Ali M. Nur, pada Sabtu 10 Januari 2026.

Ia menjelaskan, meskipun masih terdapat peluang pengembangan kawasan transmigrasi UPT Patlean Maba Utara, upaya tersebut akan sulit terwujud apabila kebijakan negara belum berpihak secara nyata kepada masyarakat transmigran.

“Dialog ini tidak sekadar membuka kembali hasil penelitian, tetapi menjadi ruang bersama untuk mendorong pembangunan kawasan pedesaan yang berkeadilan,” tegasnya.

Ikmal menambahkan, dialog publik tersebut akan digelar pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Gedung Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kegiatan ini turut mengundang secara langsung Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Timur.

“Kehadiran Pemda Haltim sangat penting untuk menentukan arah dan masa depan pembangunan kawasan Maba Utara yang selama ini kurang mendapat perhatian serius,” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan