Pemuda Muhammadiyah Hadir sebagai Kekuatan Moral, Intelektual, dan Sosial
Ternatehariini – Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Julfikram Hi Idris, menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang memiliki tanggung jawab sejarah dalam pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Julfikram di hadapan Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, pada kegiatan Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Haltim periode 2025–2029, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Haltim, Senin 9 Februari 2026.
Menurut Julfikram, dalam dinamika pembangunan daerah saat ini, pemuda tidak cukup hanya ditempatkan sebagai objek program, tetapi harus menjadi subjek pembangunan yang aktif dan berperan strategis.
“Ideologi kita jelas, yakni sebagai kader umat, kader persyarikatan, dan kader bangsa. Sebagai kader bangsa, tanggung jawab kita adalah memastikan kebijakan publik memberi ruang tumbuh bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah Halmahera Timur perlu mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan sebagai fondasi kebijakan yang berkelanjutan.
“Ranperda Kepemudaan bukan sekadar regulasi administratif, tetapi merupakan komitmen daerah dalam membangun ekosistem kepemudaan yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ada sejumlah gagasan strategis yang kami tawarkan,” jelasnya.
Gagasan tersebut, lanjut Julfikram, antara lain jaminan akses pemuda terhadap peluang ekonomi, termasuk dukungan terhadap kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pentingnya penyediaan ruang partisipasi pemuda dalam perencanaan pembangunan daerah agar suara generasi muda menjadi bagian dari arah kebijakan.
“Ketiga, perlunya kemitraan strategis antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan masyarakat sipil dalam membangun gerakan kepemudaan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ia meyakini regulasi yang berpihak pada penguatan pemuda merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, mengingat pemuda akan menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan sekaligus penggerak pembangunan di masa depan.
“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah bersama untuk memastikan kepemudaan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi agenda strategis pembangunan daerah,” tutupnya.






