Ternate Darurat Bencana Usai Gempa Besar, Batang Dua Alami Kerusakan Parah
Ternatehariini – Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis 2 April 2026 pagi, memicu kepanikan warga di Kota Ternate dan wilayah kepulauan sekitarnya.
Sejumlah warga bahkan memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi setelah sempat terjadi fenomena air laut surut pascagempa.
Di beberapa wilayah terdampak, seperti Pulau Batang Dua, kerusakan bangunan dilaporkan cukup signifikan. Rumah warga hingga rumah ibadah mengalami kerusakan, termasuk dua gereja yang dilaporkan rusak berat. Sementara itu, di Pulau Mayau dan Pulau Tifure, puluhan rumah mengalami kerusakan ringan.
Di wilayah dalam Kota Ternate, getaran gempa turut dirasakan di sejumlah kelurahan seperti Mangga Dua, Gambesi, Tongole, hingga sebagian wilayah Ternate Utara.
Meski tidak separah di wilayah kepulauan, warga tetap diliputi kekhawatiran akibat gempa susulan yang masih terjadi hingga siang hari.
Sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kepanikan telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.
Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hingga 14 hari ke depan. Status ini diberlakukan untuk mempercepat penanganan dampak gempa serta memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Wali Kota Ternate, H M Tauhid Soleman, menyebutkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan infrastruktur.
“Wilayah yang paling terdampak berada di Batang Dua, namun beberapa titik di dalam kota juga merasakan dampaknya,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah telah mendirikan posko utama di eks Kantor Wali Kota sebagai pusat koordinasi, informasi, dan distribusi bantuan. Pendataan dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai unsur, mulai dari OPD, BPBD, Dinas Sosial, aparat kecamatan dan kelurahan, hingga dukungan TNI dan Polri.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pengiriman tim serta bantuan logistik ke Pulau Batang Dua guna memenuhi kebutuhan mendesak warga di lokasi terdampak.
Meski status siaga tsunami telah dicabut, masyarakat tetap diimbau untuk menjauhi wilayah pesisir dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.






