Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Perkuat Rantai Pasok, Ternate Gandeng Kota Batu dalam Misi Dagang

Perkuat Rantai Pasok, Ternate Gandeng Kota Batu dalam Misi Dagang

Penandatanganan MoU oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dan Wali Kota Batu, Aris Setiawan dilakukan di Landmark Kota Ternate, Jumat malam, 12 Desember 2025.

Ternatehariini – Pemerintah Kota Ternate resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Batu dalam rangka memperkuat misi dagang antar daerah.

Penandatanganan MoU dilakukan di Landmark Kota Ternate, Jumat malam, 12 Desember 2025, oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dan Wali Kota Batu, Aris Setiawan.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menumbuhkan serta mengembangkan potensi usaha yang ada di kedua kota. Dengan identitas Kota Batu sebagai kota pariwisata dan Kota Ternate sebagai Kota Rempah, kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

“Tentu Kota Batu memiliki unggulan hortikultura yang tidak dimiliki Ternate, dan sebaliknya Ternate memiliki komoditas khas yang menjadi kekayaan sejarah perdagangan ratusan tahun,” ujar Tauhid.

Ia menambahkan, Ternate secara historis telah menjadi tujuan berbagai misi dagang internasional, terutama ketika cengkeh dan pala menjadi magnet perdagangan dunia.

Dalam agenda tersebut, Ternate juga mempromosikan kain tenun khas yang merupakan hasil akulturasi budaya Ternate dan Sulawesi Tenggara.

Tauhid menekankan bahwa misi dagang kali ini juga merupakan, upaya menguatkan kembali identitas Ternate sebagai Kota Rempah.

Selain MoU, akan ada pertemuan lanjutan antara pelaku usaha kedua kota. Ternate pun dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Batu dalam waktu dekat.

Tauhid mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan bahan pokok Ternate masih bergantung dari daerah luar, seperti Sulawesi Utara dan Surabaya. Karena itu, kerja sama antar daerah menjadi strategi penting untuk memperkuat pasokan pangan dan menekan inflasi.

“Kami telah menjalin kerja sama dengan Sulut, Lombok, dan Sulteng. Kini kerja sama dengan Kota Batu menjadi ruang baru bagi pemenuhan komoditas yang belum tersedia di Ternate,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Aris Setiawan menyampaikan, meski dikenal sebagai kota wisata, mayoritas masyarakat Batu tetap bergerak di sektor pertanian. Pemerintah Kota Batu berkomitmen menjaga pertanian tetap tumbuh berdampingan dengan sektor wisata.

“Salah satu yang akan kami bawa ke Ternate adalah produk pertanian berupa berbagai varian sayuran,” kata Aris.

Ia juga menggagas pendirian Mall UMKM yang menampilkan produk kedua daerah, produk hortikultura dari Batu dan rempah-rempah khas Ternate. Kota Batu yang memiliki luas wilayah 20 kilometer persegi dengan tiga kecamatan serta jumlah penduduk 220 ribu jiwa, dinilai memiliki struktur ekonomi yang dinamis untuk kolaborasi tersebut.

Kedua wali kota berharap kerjasama ini tidak berhenti pada tataran MoU, tetapi benar-benar terimplementasi dalam bentuk hubungan dagang antar pelaku usaha.

“Semoga niat baik ini bisa maksimal untuk menumbuhkembangkan ekonomi kedua daerah,” tutup Aris.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan