Kualitas Udara Memburuk, Puluhan Ribu Siswa di Ternate Rentan Terpapar Asap
Ternatehariini – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate mengimbau masyarakat untuk mewaspadai paparan asap akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome. Imbauan ini disampaikan menyusul hasil pengukuran kualitas udara di rumah warga, yang masih menunjukkan angka di atas nilai normal.
Dalam kondisi tanggap darurat ini, langkah mitigasi perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, mengatakan hasil pengukuran kualitas udara perlu ditindaklanjuti dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Terlebih, dalam dua hari terakhir, kondisi udara secara kasatmata terlihat dipenuhi asap.
Menurutnya, interpretasi hasil pengukuran kualitas udara memerlukan penjelasan dari ahli lingkungan, termasuk dengan mempertimbangkan parameter dan ambang batas yang digunakan dalam alat pengukuran. Meski begitu, upaya mitigasi harus tetap dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Jadi harus dari ahli lingkungan yang menjelaskan terkait interpretasi data, tetapi saat ini harus dilakukan mitigasi,” ujar Fathiyah, begitu diwawancarai Senin 12 Oktober 2026.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh puskesmas disiagakan untuk mendukung penanganan dampak kesehatan akibat asap. Petugas juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk membagikan masker kepada para siswa.
Dinkes mencatat sekitar 42 ribu siswa, mulai dari jenjang TK, PAUD hingga SMP, berpotensi terdampak paparan asap kebakaran. Menyikapi kondisi ini, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinkes Kota Ternate untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar hingga Kamis mendatang, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara.
Fathiyah mengimbau masyarakat, agar tetap waspada meskipun berada di dalam rumah. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum sehat dan mengoptimalkan kegiatan belajar anak dari rumah selama masa libur sekolah.
“Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Warga yang mengalami sesak napas atau memiliki riwayat asma diimbau segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan di wilayah masing-masing,” katanya.
“Untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat, Dinkes juga terus melakukan perencanaan kebutuhan masker. Sebanyak 10 ribu masker dilaporkan telah diterima dari pusat krisis bencana dan akan didistribusikan ke seluruh wilayah kerja,” pungkasnya.





