PAD Tembus 30 Persen, Pemkot Ternate Tetap Waspadai Tekanan Anggaran
Ternatehariini – Pemerintah Kota Ternate bersama Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Ternate mulai melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis 26 Maret 2026.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengatakan rapat tersebut dilakukan untuk mengkaji Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Wali Kota Ternate, khususnya pada aspek perencanaan dan penganggaran.
Menurut Thamrin, dalam RDP tersebut telah melibatkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Bappelitbangda, BP2RD, dan BPKAD Kota Ternate.
“Rapat ini untuk mensinkronkan dan melihat sejauh mana pelaksanaan LKPJ, terutama dari sisi perencanaan dan penganggaran,” ujarnya.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini telah mencapai 30 persen, meskipun tahun anggaran baru berjalan sekitar dua bulan.
Selain itu, pembahasan juga mencakup program prioritas, seperti penyediaan lahan pemakaman umum dengan konsep satu kecamatan satu lokasi pemakaman.
“Secara umum, hampir setiap kelurahan sudah memiliki lahan pemakaman. Namun, masyarakat Ternate cenderung menginginkan lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Ini akan menjadi pembahasan lanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, sambung Thamrin kondisi keuangan daerah juga menjadi perhatian, terutama dengan keterbatasan fiskal akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Tak hanya itu, pengelolaan aset daerah serta tingginya beban belanja pegawai turut menjadi sorotan dalam rapat tersebut.






