Dari Pulau ke Ibu Kota, Ternate-Tidore Bangun Jalan ke Pasar Dunia
Ternatehariini – Pemerintah Kota Ternate dan Tidore Kepulauan resmi menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Discovery, dengan menggandeng Hotel Borobudur Jakarta sebagai mitra strategis untuk memperluas promosi potensi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Auditorium Bappelitbangda Kota Ternate, Rabu 1 April 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, serta disaksikan Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam.
Kerja sama ini mengusung tema “Lokal Mengglobal” melalui pameran eksklusif yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April hingga 31 Mei 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut akan menampilkan kekayaan pariwisata, budaya, kuliner berbasis rempah, serta produk unggulan UMKM dari kedua daerah.
Tidak hanya pameran, agenda ini juga menghadirkan festival gastronomi, pertunjukan seni, serta promosi interaktif yang dikemas untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara yang menjadi tamu hotel.
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperluas eksposur potensi daerah sekaligus menarik investasi.
Menurutnya, kolaborasi antara Ternate dan Tidore menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah, terutama dengan mengandalkan sektor jasa, budaya, dan sejarah yang selama ini menjadi kekuatan utama Ternate.
Ia juga menyoroti pentingnya city branding “Kota Rempah” sebagai identitas yang menopang pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.
Selain promosi, Tauhid berharap kerja sama ini dapat membuka peluang kebijakan pendukung, baik dari pemerintah pusat maupun pihak donor, yang dapat mendorong pembangunan daerah.
Sementara itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya konkret dalam mengembangkan potensi daerah di tengah menurunnya transfer ke daerah (TKD).
Menurutnya, promosi ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan produk unggulan kedua daerah kepada pasar yang lebih luas, sekaligus menarik minat investor.
Ia menambahkan, Tidore akan menonjolkan potensi wisata maritim, termasuk destinasi di Pulau Maitara, Woda, Mare, dan Failonga, yang memiliki daya tarik ekosistem laut, seperti keberadaan lumba-lumba di perairan Pulau Mare.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menilai langkah ini sebagai bentuk inovasi pemerintah daerah dalam menghadapi keterbatasan fiskal, dengan memanfaatkan kolaborasi bersama sektor swasta.
“Program ini dirancang tidak sekadar seremonial, melainkan mencakup berbagai kegiatan seperti forum investasi, promosi digital, hingga pelibatan diaspora dan pelaku usaha,” ucapnya.
Selama periode kegiatan, promosi Ternate dan Tidore akan ditampilkan secara berkelanjutan melalui berbagai media di Hotel Borobudur, termasuk konten visual, aktivitas interaktif, dan forum diskusi yang melibatkan tamu domestik maupun internasional.






