FIB Unkhair Gelar Literasi Ekologi bagi Siswa SMP di Halmahera Tengah
Ternatehariini – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema literasi ekologi bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Halmahera Tengah, Sabtu 29 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan remaja di tengah tekanan ekologis akibat aktivitas pertambangan, pembukaan lahan, dan pertumbuhan permukiman.
Ketua tim PKM FIB Unkhair, Nurfani, mengatakan penguatan literasi ekologi penting untuk mendorong kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keberlanjutan lingkungan di tengah perkembangan industri pertambangan di Halmahera Tengah.
Menurut dia, aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi bagi daerah, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi kelestarian lingkungan. Perubahan bentang alam berpotensi memengaruhi kualitas air, mengurangi tutupan vegetasi, dan meningkatkan timbulan sampah domestik.
“Dalam kondisi tersebut, penguatan kesadaran ekologis menjadi penting agar pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam,” ujar Nurfani.
Ia menjelaskan, literasi ekologi tidak hanya mencakup pemahaman tentang hubungan manusia dengan lingkungan, tetapi juga pembentukan sikap dan kebiasaan yang mendukung kelestarian alam. Nilai tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan kesadaran akan kepentingan bersama menjadi bagian penting dalam membangun perilaku ramah lingkungan.
“Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan kesadaran terhadap kepentingan bersama menjadi bagian penting dalam membangun perilaku ramah lingkungan,” katanya.
Nurfani menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Pada jenjang SMP, peserta didik berada dalam fase remaja awal yang turut menentukan pembentukan identitas, sikap, dan nilai moral. Karena itu, pendidikan lingkungan perlu disampaikan melalui pendekatan kontekstual yang melibatkan partisipasi aktif siswa.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami persoalan ekologis di lingkungan sekitar sekaligus terlibat dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Namun, pelaksanaan kegiatan ini belum menjangkau seluruh sekolah di Halmahera Tengah. Keterbatasan sumber daya membuat tim PKM baru dapat melaksanakan kegiatan di SMP Negeri 25 Halmahera Tengah.
“Kegiatan harusnya menjangkau lebih luas di sekolah-sekolah di Halteng, tetapi karena dengan segala keterbatasan, kami baru melaksanakan di SMP 25 Halteng,” ujar Nurfani.
Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan ini menekankan pentingnya penerapan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku seperti menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas umum secara bertanggung jawab, mengurangi sampah, dan berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan yang perlu dibangun sejak usia sekolah.
Literasi ekologi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoretis, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata di sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara. Upaya ini sejalan dengan konsep Education for Sustainable Development (ESD) atau Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang menekankan penguatan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, tim FIB Unkhair berharap tumbuh generasi muda Halmahera Tengah yang memiliki kesadaran ekologis dan kemauan untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.
“Penguatan literasi ekologi sejak bangku SMP diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkas Nurfani.





