Ternate Hari ini
Beranda Publik MTQ Haltim Resmi Dibuka, Wasile Tengah Jadi Tuan Rumah

MTQ Haltim Resmi Dibuka, Wasile Tengah Jadi Tuan Rumah

Ternatehariini – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-12 tingkat Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tahun 2026 resmi dibuka di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Selasa malam, 12 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Insani Qur’ani yang Humanis dan Berkeadaban.”

Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Bupati Haltim, Ubaid Yakub, dan dihadiri Wakil Bupati Anjas Taher, Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, para camat, hingga kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Ubaid Yakub menegaskan bahwa kebersamaan lintas etnis dan agama di Bumi Limabot Faifiye merupakan nilai yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Kebersamaan dalam setiap momentum lintas etnis dan agama di Haltim sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ini harus terus dipertahankan meski kita memiliki identitas masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penunjukan Kecamatan Wasile Tengah, khususnya Desa Lolobata dan Bokimaake, sebagai tuan rumah MTQ bukan tanpa alasan.

Menurutnya, wilayah tersebut memiliki kontribusi besar dalam melahirkan qori, qoriah, hafiz, dan hafizah berprestasi yang telah mengharumkan nama Haltim di tingkat provinsi maupun nasional.

“Pada MTQ tingkat nasional di Sulawesi Tenggara, salah satu peserta berasal dari Desa Lolobata dan berhasil membawa nama baik Halmahera Timur,” katanya.

Bupati dua periode itu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Wasile Tengah yang bergotong royong menyukseskan pelaksanaan MTQ.

“Alhamdulillah, saya melihat seluruh persiapan berjalan sangat baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Haltim, Ricky Chairul Richfat, berharap MTQ ke-12 mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan berkarakter.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak bibit unggul yang nantinya mewakili Halmahera Timur di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Ricky menilai MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun peradaban masyarakat melalui penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan literasi keagamaan.

“Pendidikan harus melahirkan pengetahuan, budaya, dan akhlak yang baik,” tandasnya.

Ia berharap pelaksanaan MTQ dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk semakin memahami, mencintai, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir penyampaiannya, Ricky turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Haltim, DPRD, panitia pelaksana, serta masyarakat Desa Lolobata, Bokimaake, dan wilayah sekitar Wasile Tengah atas suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-12.

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan