TMMD Haltim Ditutup, Bupati Ubaid: Gotong Royong Harus Jadi Warisan Utama
Ternatehariini – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, resmi berakhir, Kamis 13 Agustus 2026.
Namun, bagi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan selama 30 hari. Lebih dari itu, program tersebut dinilai telah membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ubaid saat menghadiri penutupan TMMD di Lapangan Sepak Bola Desa Lolobata. Kegiatan tersebut ditutup oleh Pangdam XV/Pattimura yang diwakili Kepala Staf Korem 152/Babullah, Kolonel Arh Hendra Roza.
Ubaid mengatakan, semangat gotong royong merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Halmahera Timur. Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kita harus sadar juga bahwa semangat gotong royong dari hari ke hari, beberapa tahun kemarin, memang kita harus akui ada sedikit terjadi degradasi. Namun semangat itu dapat dikembalikan,” ujar Ubaid.
Menurutnya, pelaksanaan TMMD menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Keterlibatan masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Ia mencontohkan, volume pekerjaan yang dilaksanakan dalam TMMD cukup besar jika dibandingkan dengan dukungan anggaran yang tersedia. Namun, seluruh program yang direncanakan dapat diselesaikan karena adanya keterlibatan masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Kalau dilihat dari aspek penganggaran dan jumlah volume kegiatan yang begitu banyak, tidak sebanding antara output dan perencanaan. Tapi kenapa bisa mencapai 100 persen? Karena ada semangat gotong royong,” katanya.
Ubaid menilai, semangat tersebut justru menjadi warisan paling penting dari pelaksanaan TMMD di Wasile Tengah.
Karena itu, ia meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa tidak membiarkan semangat tersebut berhenti setelah program TMMD berakhir. Masyarakat diharapkan tetap menjaga fasilitas yang telah dibangun sekaligus melanjutkan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Kolaborasi dan gotong royong harus menjadi warisan utama. Saya minta kepada Camat Wasile Tengah dan kepala desa, apa yang sudah didesain oleh TMMD tahun ini, semangat gotong royong harus diambil dan dipertahankan,” tegasnya.
TMMD di Kecamatan Wasile Tengah berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selama pelaksanaan, Satgas TMMD bersama masyarakat mengerjakan sejumlah program berdasarkan prinsip bottom-up planning, yakni pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Sejumlah pembangunan fisik berhasil diselesaikan, antara lain tiga unit drainase, satu ruang konsistori gereja, satu gorong-gorong, satu MCK, serta dua unit sumur bor.
Selain itu, melalui program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Satgas TMMD juga melaksanakan pengembangan ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare, percepatan penurunan angka stunting, penanaman pohon, serta pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Program lainnya mencakup pembangunan tiga unit TNI Manunggal Air, rehabilitasi lapangan voli, jalan lingkungan, lapangan sepak bola, serta rumah tidak layak huni.
Kepala Staf Korem 152/Babullah Kolonel Arh Hendra Roza mengatakan, keberhasilan seluruh program tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, dan masyarakat.
“Keberhasilan seluruh program tersebut merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait dan masyarakat merupakan modal utama dalam percepatan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ubaid menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah memilih Halmahera Timur sebagai lokasi pelaksanaan TMMD. Ia menyebut seluruh program utama maupun tambahan yang direncanakan berhasil diselesaikan dalam waktu 30 hari.
“Kita bersyukur dalam jangka 30 hari, mulai tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus, baik program utama maupun program tambahan bisa diselesaikan 100 persen. Karena itu, sebagai Bupati saya memberikan penghormatan kepada Pangdam dan jajaran,” ungkapnya.
Ubaid juga membuka ruang untuk kembali menghadirkan program TMMD di Halmahera Timur. Menurutnya, manfaat program tersebut sangat dirasakan masyarakat, terutama karena mampu mempertemukan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu kerja bersama.
“Saya menginginkan kalau boleh, kami masih memberikan ruang. Andai kata ada upaya untuk menghadirkan TMMD di Halmahera Timur, silakan. Kita bisa berkolaborasi karena memang dari aspek manfaat sungguh-sungguh sangat berdampak,” pungkasnya. (Zhar/Red)





