Honor Fotografer Rp1,5 Juta, Hanya Terima Rp500 Ribu, Ke Mana Selisihnya?
Ternatehariini – Dugaan ketidaksesuaian pembayaran honorarium fotografer dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) di Kota Ternate, memicu aksi mogok kerja 11 tenaga dokumentasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskomsandi) Kota Ternate.
Persoalan mencuat setelah para fotografer mengaku hanya menerima honor sebesar Rp500 ribu per orang. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, honorarium yang tercantum dalam laporan atau anggaran disebut mencapai Rp1,5 juta untuk masing-masing staf bidang dokumentasi. I
Artinya, terdapat selisih sebesar Rp1 juta per orang antara nominal yang disebut dianggarkan dengan jumlah yang diterima para fotografer di lapangan.
Jika informasi tersebut benar, maka total selisih untuk 11 fotografer mencapai sekitar Rp11 juta.
“Honor yang dilaporkan ke Kadis itu Rp1,5 juta per orang, tapi realisasi yang kami terima cuma Rp500 ribu,” ungkap salah satu staf dokumentasi yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada Rabu 16 September 2026.
Selisih tersebut kemudian menjadi persoalan pada tenaga teknis lapangan. Kekecewaan para fotografer disebut berujung pada keputusan, untuk menghentikan sementara aktivitas dokumentasi kegiatan.
Aksi yang dilakukan para fotografer ini, berdampak pada pelaksanaan tugas dokumentasi Diskomsandi, khususnya dalam pengambilan gambar kegiatan pemerintahan di lapangan.
Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui secara pasti penyebab perbedaan antara nominal Rp1,5 juta yang disebut dalam laporan dengan Rp500 ribu yang diterima para fotografer.
Belum ada penjelasan apakah selisih tersebut berkaitan dengan komponen anggaran lain, mekanisme pembayaran, potongan yang sah, atau terdapat pihak yang mengambil bagian dari honorarium tersebut.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskomsandi Kota Ternate berinisial S alias Enol, yang disebut oleh para staf terkait persoalan tersebut, belum memberikan keterangan mengenai dugaan pemotongan honor itu.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ternate, Muchlis Djumadil, juga belum memberikan konfirmasi hingga berita ini dipublikasikan.




