Ternate Hari ini
Beranda Maluku Utara Proyek Payahe-Dehepodo Rp14,6 M Baru 38 Persen, PUPR Review Desain Rp740 Juta

Proyek Payahe-Dehepodo Rp14,6 M Baru 38 Persen, PUPR Review Desain Rp740 Juta

Ilustrasi

Ternatehariini – Pekerjaan pembangunan ruas jalan Payahe-Dehepodo yang dikerjakan PT Intimkara dengan nilai kontrak sekitar Rp14,6 miliar masih menghadapi persoalan perencanaan. Hingga Oktober 2026, progres pekerjaan dilaporkan baru mencapai 38 persen.

Di tengah sisa waktu pelaksanaan sekitar dua bulan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, kembali melakukan review desain terhadap pekerjaan tersebut.

Review desain itu ditenderkan pada 14 September 2026 dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp740.190.000. Paket tersebut tercatat dengan RUP 67701942 dan kode tender 10168563000.

Munculnya paket review desain di tengah pelaksanaan pekerjaan menjadi perhatian, terutama karena ruas Payahe-Dehepodo merupakan salah satu pekerjaan infrastruktur yang sebelumnya masuk dalam atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dugaan sementara, review desain berkaitan dengan kondisi perencanaan awal yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi lapangan.

Ruas Payahe-Dehepodo merupakan akses penghubung wilayah Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan. Pekerjaan ruas tersebut sebelumnya juga menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya, baik melalui skema pembiayaan PT SMI, kontrak multiyears maupun APBD.

Dengan progres baru 38 persen, pekerjaan kini berpacu dengan waktu penyelesaian. Selain persoalan desain, keterlambatan pengadaan barang dan material disebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

Kondisi tersebut mendorong Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Sekretaris Daerah Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, melakukan evaluasi di Kantor Dinas PUPR Maluku Utara, Sofifi, pada Senin, Oktober 2026.

Dalam evaluasi tersebut, progres pekerjaan Payahe-Dehepodo dipaparkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama bidang teknis PUPR.

Sarbin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, progres pekerjaan baru mencapai 38 persen. Meski begitu, pihak pelaksana dan PUPR optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Seluruh kegiatannya sudah dipresentasi oleh teman-teman PPK maupun bidang teknis. Optimistis bisa selesai di tanggal 30 Desember. Ada kendala teknis, pengadaan barang, pengadaan material. Sehingga kalau material sudah di lapangan, ya sudah selesai,” ujar Sarbin saat ditemui di halaman Kantor PUPR Maluku Utara.

Sementara itu, PPK Pekerjaan Jalan dan Jembatan Payahe-Dehepodo, M. Saleh, menjelaskan bahwa review desain dilakukan karena perencanaan awal pekerjaan dibuat sekitar 10 tahun lalu.

Menurutnya, kondisi fisik di lapangan saat ini telah mengalami perubahan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap desain yang digunakan.

“Karena kondisi existing lapangan itu kan yang direncanakan di 10 tahun sebelumnya dan tidak mungkin dia sama dengan sekarang. Makanya kita butuh perencanaan itu,” jelasnya.

Selain perubahan kondisi lapangan, Saleh menyebut terdapat sejumlah jembatan pada ruas tersebut yang membutuhkan penggantian. Karena itu, review desain juga dipersiapkan untuk kebutuhan pekerjaan lanjutan.

“Jadi desain itu yang kita pakai review desain tahun-tahun depan. Terus ada beberapa jembatannya kita butuh penggantian. Jadi review desain itu dipersiapkan yang akan datang,” tandasnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan