Ternate Hari ini
Beranda Maluku Utara Isu Cawe-cawe Jelang Musdalub HIPMI Malut, Sejumlah Mantan Pengurus Disorot

Isu Cawe-cawe Jelang Musdalub HIPMI Malut, Sejumlah Mantan Pengurus Disorot

Ternatehariini – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara, dinamika internal organisasi kembali memanas. Sejumlah mantan pengurus HIPMI Maluku Utara disebut-sebut terlibat dalam dugaan manuver politik organisasi demi kepentingan tertentu.

Beberapa pengurus BPC HIPMI kabupaten/kota menyoroti peran mantan Ketua Umum HIPMI Maluku Utara periode 2019–2022, Bahtiar Kader, serta Mohdar Bailusy yang merupakan mantan Ketua OKK HIPMI periode 2022–2025.
Mereka diduga melakukan berbagai pertemuan politik menjelang Musdalub, termasuk menjanjikan posisi strategis di tubuh HIPMI Maluku Utara kepada sejumlah pihak.

Menurut sejumlah pengurus BPC, Mohdar disebut sempat melakukan pertemuan dengan kerabat dari anak Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, di Ternate.

Dalam pertemuan tersebut, Mohdar diduga menjanjikan posisi strategis di kepengurusan HIPMI Maluku Utara pasca-Musdalub.
“Diduga ada janji jabatan seperti sekretaris umum atau bendahara umum setelah Musdalub berlangsung,” ungkap sejumlah pengurus BPC.
Selain itu, Mohdar juga disebut mempertemukan bakal calon Ketua Umum HIPMI Maluku Utara, Imran Guricci, dengan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio C. Pawane.

Dalam pertemuan itu, Imran yang telah mengantongi rekomendasi dari BPC HIPMI Halmahera Selatan disebut diajak bergabung mendukung Rio.

“Diduga Imran dijanjikan posisi sekretaris umum apabila Rio terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI Maluku Utara,” ujar sumber dari pengurus BPC.
Tak hanya itu, nama seorang perempuan bernama Wulan juga ikut disebut dalam dinamika tersebut. Mohdar diduga menawarkan posisi bendahara umum kepada yang bersangkutan jika Rio memenangkan Musdalub.

Sejumlah pengurus BPC menilai manuver tersebut memperlihatkan adanya kepentingan pribadi dalam proses menuju Musdalub HIPMI Maluku Utara.
Mereka juga menyoroti posisi Mohdar yang diketahui masuk dalam tim caretaker HIPMI Maluku Utara yang ditugaskan oleh BPP HIPMI untuk mempersiapkan pelaksanaan Musdalub.
“Kami khawatir jika pola seperti ini terus dibiarkan, organisasi akan semakin kehilangan arah. HIPMI seharusnya menjadi wadah pembinaan pengusaha muda, bukan arena kepentingan kelompok tertentu,” tegas sejumlah pengurus BPC.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan