Warga Sulut Hilang Kontak di Perairan Halmahera Barat
Ternatehariini – Seorang nelayan asal Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dilaporkan hilang kontak di perairan Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Hingga Senin 20 Juli 2026, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Korban diketahui bernama Yulius Bandil (53), warga Desa Sansilo, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Ia berprofesi sebagai nelayan sekaligus penjaga rumpon di perairan Loloda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kantor Basarnas Ternate, korban berangkat dari Desa Sansilo menuju rumpon pada 6 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 WIT untuk menjaga rumpon tersebut.
Korban terakhir kali berkomunikasi pada 17 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIT, saat kapal logistik tiba di lokasi rumpon untuk mendistribusikan kebutuhan.
Usai proses distribusi logistik selesai, diduga terjadi kesalahpahaman komunikasi yang membuat korban meninggalkan rumpon menggunakan longboat untuk mengejar kapal logistik.
Namun, berdasarkan keterangan penjaga rumpon di sekitar lokasi, korban tidak pernah kembali setelah berangkat mengejar kapal tersebut. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Basarnas Manado.
Laporan kemudian diteruskan ke Kantor Basarnas Ternate karena lokasi kejadian berada dalam wilayah kerja Basarnas Ternate.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Tobelo untuk melakukan operasi pencarian.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih berlangsung dengan melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tobelo, Pos Polisi Air (Polair) Tobelo, serta Pos TNI AL Tobelo.
Basarnas Ternate menyatakan akan terus melakukan upaya pencarian dan akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah terdapat informasi lebih lanjut.




