Ternate Hari ini
Beranda Peristiwa Pencarian Andarias Masuk Hari Ketiga, Tim SAR Kesulitan Dapat Informasi dari Lapangan

Pencarian Andarias Masuk Hari Ketiga, Tim SAR Kesulitan Dapat Informasi dari Lapangan

Ilustrasi

Ternatehariini – Memasuki hari ketiga pencarian warga yang dilaporkan hilang di hutan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan Andarias Gorangoitji (69), warga Desa Saolat.

Proses pencarian korban juga terkendala sulitnya komunikasi. Posko Tim SAR Kabupaten Halmahera Timur yang berada di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile, kesulitan memperoleh informasi terbaru dari tim pencari di lapangan akibat terbatasnya jaringan telekomunikasi.

Kepala Unit Siaga SAR Halmahera Timur, Rahmat, mengatakan operasi pencarian akan dilakukan selama tujuh hari sejak laporan orang hilang diterima. Hingga Senin 27 Juli 2026, pencarian telah memasuki hari ketiga.

“Masa pencarian sampai tujuh hari sejak laporan diterima. Laporan masuk pada Sabtu, 25 Juli 2026, sehingga pencarian korban sudah memasuki hari ketiga,” ujar Rahmat saat ditemui wartawan Ternatehariini di Posko SAR Desa Nusa Jaya, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tim SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di wilayah hutan Wasile Selatan dan sekitarnya. Namun, hingga hari ketiga pencarian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Menurutnya, apabila hingga batas waktu tujuh hari tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Operasi pencarian bisa ditutup setelah tujuh hari. Namun, jika kemudian ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Basarnas dapat kembali membuka operasi pencarian. Jika operasi diperpanjang, biaya pencarian menjadi tanggung jawab keluarga korban atau pihak lain yang menanggung,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, karena titik pasti keberadaan korban belum diketahui, tim gabungan menerapkan metode lost track dengan melakukan penyisiran dan menutup area pencarian dalam radius sekitar satu kilometer dari titik yang diduga menjadi lokasi awal korban.

“Karena titik lokasi belum diketahui, kami menggunakan metode lost track, yakni menutup area pencarian sekitar satu kilometer dari titik yang diduga, sehingga pergerakan korban dapat dipantau dan tidak ada jalur keluar yang luput dari penyisiran,” katanya.

Ia mengaku, hingga memasuki hari ketiga pencarian, pihaknya belum memperoleh informasi terbaru dari tim yang berada di lapangan karena terkendala jaringan telekomunikasi.

“Namun, kami di Pos Siaga SAR terus berupaya mendapatkan informasi terbaru dari tim yang melakukan pencarian di lapangan,” pungkasnya. (Zhar/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan