Ternate Hari ini
Beranda Maluku Utara 104 Guru Bahasa Indonesia dan Inggris di Ternate Ikuti Workshop Penguatan Literasi

104 Guru Bahasa Indonesia dan Inggris di Ternate Ikuti Workshop Penguatan Literasi

Kepala Sekola SMA 1 Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, Sabaria Umahuk S.Pd.M.Si

Ternateharini – Sebanyak 104 guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat SMA se-Kota Ternate, mengikuti Workshop Penguatan Kompetensi Membaca Teks Sastra dan Teks Informasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan literasi siswa, khususnya dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Workshop yang berlangsung di Aula SMA Negeri 10 Ternate tersebut mengusung tema “Generasi Cerdas Literasi: Peka Rasa Lewat Sastra, Tajam Berpikir Lewat Informasi.”

Peserta terdiri dari 52 guru Bahasa Indonesia dan 52 guru Bahasa Inggris. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepala Cabang Dinas (Kacabdin), pengawas binaan, para narasumber, serta kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Ternate.

Kepala Sekola SMA 1 Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, Sabaria Umahuk S.Pd.M.Si mengatakan, workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian peningkatan kompetensi guru yang sebelumnya telah dilakukan, melalui pelatihan terkait TKA bagi guru mata pelajaran wajib di SMA Negeri 5 Kota Ternate.

“Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan setelah pekan lalu sukses menyelenggarakan pelatihan terkait Tes Kemampuan Akademik untuk guru mata pelajaran wajib,” ujar Sabaria, pada Sabtu 13 September 2026.

Menurut dia, workshop tersebut diarahkan untuk membantu para guru mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi pelaksanaan TKA yang akan datang.

Skema TKA tahun ini, disebut memiliki karakteristik berbeda karena berkaitan erat dengan kemampuan literasi yang diukur melalui asesmen pendidikan. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya, siswa dihadapkan pada soal-soal yang mengukur kemampuan membaca dan memahami teks. Kemampuan literasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran lintas mata pelajaran.

Sabaria menuturkan, berdasarkan potret hasil Asesmen Nasional (AN) sejak 2021 yang tergambar dalam Rapor Pendidikan, masih terdapat sejumlah indikator yang capaianya belum maksimal.

Khusus pada indikator kemampuan literasi, persoalan yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan kemampuan siswa, dalam membaca dan memahami teks sastra maupun teks informasi. Faktor pendukung lainnya juga berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas.

Karena itu, workshop tersebut menjadi salah satu langkah Inspirasi Benahi, untuk menjawab akar persoalan yang tergambar dalam Rapor Pendidikan.

Para guru peserta workshop didorong tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Setelah workshop ini, para pendidik diimbau mulai melakukan perubahan nyata dalam mengelola kelas, memilih metode pembelajaran yang tepat, serta berkreasi merancang kegiatan pembelajaran,” ujarnya. (Ais)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan