Ternate Hari ini
Beranda Maluku Utara BWS Maluku Utara Salurkan Air ke 3 Hektare Sawah di Tiley Morotai

BWS Maluku Utara Salurkan Air ke 3 Hektare Sawah di Tiley Morotai

Ternatehariini – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyalurkan bantuan air untuk lahan persawahan di Daerah Irigasi (D.I.) Tiley, Kabupaten Pulau Morotai, sebagai upaya membantu petani menghadapi kondisi kekeringan akibat musim kemarau.

Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan BWS Maluku Utara, penyaluran air dilakukan oleh Tim Satgas Penanganan Kekeringan BWS Maluku Utara untuk menjaga ketersediaan air pada lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut difokuskan untuk mengairi lahan sawah fase vegetatif yang dikelola oleh 3 petani. Penyaluran air ditujukan untuk membantu menjaga kondisi tanaman sekaligus mencegah potensi gagal panen (fuso) akibat kekurangan air.

Dalam pelaksanaannya, Tim menggunakan sistem sprinkle dengan sumber air dari sungai terdekat. Jarak pengambilan air menuju lokasi persawahan tercatat sekitar 80 meter.

Penanganan lapangan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yakni pada 10 September hingga Oktober 2026. Air dialirkan menggunakan pompa dan jaringan selang menuju area persawahan untuk kemudian disebarkan melalui sistem penyiraman.

Pelaksanaan distribusi air juga dilakukan melalui koordinasi antara Tim BWS Maluku Utara dengan para petani dan Kepala Desa.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan penyaluran air berjalan efektif, khususnya pada area persawahan seluas 3 hektare yang terdampak fenomena El Nino.

Dalam laporan tersebut, tercatat 3 hektare sawah menjadi cakupan penerima manfaat dengan jumlah 3 petani.

Bantuan distribusi air ini menjadi bagian dari respons terhadap kebutuhan air pertanian di tengah kondisi kekeringan. Dengan adanya pasokan air tambahan, lahan persawahan memperoleh kebutuhan air cukup sampai dengan tahap panen.

BWS Maluku Utara terus melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani dan P3A untuk memantau perkembangan kondisi air pada saluran irigasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana aksi agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanam para petani.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan