Musdalub HIPMI Malut Memanas, BPC Soroti Dugaan Manuver Politik dan Kepentingan Elite
Ternatehariini – Rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara mulai memanas. Agenda organisasi yang dijadwalkan digelar dalam waktu dekat itu kini diwarnai berbagai dinamika internal serta dugaan kepentingan politik yang menyeret sejumlah nama bakal Calon Ketua Umum (Caketum).
Dua figur yang menjadi sorotan yakni Reagen dan Rio. Sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI tingkat kabupaten/kota menilai Musdalub ketiga ini sarat dengan manuver politik yang diduga melibatkan tim caretaker bentukan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI.
Mereka menduga terdapat keberpihakan caretaker kepada salah satu kandidat, yakni Rio yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pulau Morotai.
“Pada Musda sebelumnya, Rio gagal karena dinamika internal organisasi yang tidak mampu dikelola dengan baik oleh mantan pengurus BPD Malut. Kami menduga ada upaya untuk kembali mendorong Rio maju demi menutupi kegagalan sebelumnya,” ungkap salah satu pengurus BPC yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dua nama di jajaran caretaker, Bahtiar Kadir dan Mohdar Bailusy, turut menjadi sorotan. Keduanya disebut memiliki peran penting dalam konfigurasi politik menjelang Musdalub.
Selain itu, isu keterlibatan mantan pengurus BPP HIPMI, Boy Sangaji, juga ikut mencuat. Dukungan Boy kepada Reagen dinilai sebagian pihak hanya strategi politik untuk memuluskan jalan Rio menuju kursi ketua umum.
“Kami melihat ada skenario tertentu. Boy seolah mendukung Reagen, tetapi di akhir kemungkinan diarahkan untuk mundur agar Rio bisa melaju tanpa hambatan,” lanjut sumber tersebut.
Pengurus BPC juga menyinggung adanya irisan kepentingan politik antara sejumlah elite HIPMI di tingkat pusat. Mereka mengaitkan dukungan tersebut dengan figur Reynaldo yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI.
Situasi internal HIPMI Malut semakin memanas setelah beredar kabar mengenai kedatangan perwakilan salah satu calon Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, ke Maluku Utara.
Ade Jona disebut datang untuk melakukan konsolidasi dukungan di Maluku Utara dengan membawa pengaruh politik Partai Gerindra. Di tengah isu tersebut, muncul pula dugaan bahwa Rio tengah melakukan pendekatan ke kubu Ade Jona demi kepentingan politik jangka panjangnya di Kabupaten Pulau Morotai.
“Ade Jona didukung partai pemenang Pilpres. Rio tentu membaca peluang itu dan mulai melakukan pendekatan politik,” kata sumber tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di internal BPC HIPMI. Mereka menilai organisasi pengusaha muda itu mulai kehilangan arah akibat kuatnya intervensi kepentingan eksternal dalam proses Musdalub.
Sejumlah pengurus juga menyayangkan sikap BPP HIPMI yang dinilai membiarkan polemik terus berkembang dengan tetap memberikan mandat kepada figur-figur yang dianggap kontroversial.
“Kalau situasi ini dibiarkan, Musdalub justru berpotensi memperkeruh kondisi organisasi. Yang dikhawatirkan, orientasinya bukan lagi untuk membangun HIPMI Maluku Utara, tetapi lebih pada kepentingan pribadi dan kelompok,” pungkasnya.




