Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria APBD Halsel Cuma Naik Tipis, PAD Justru Digenjot Rp31,5 Miliar

APBD Halsel Cuma Naik Tipis, PAD Justru Digenjot Rp31,5 Miliar

Ternatehariini – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mulai mengubah arah kebijakan pembiayaan pembangunan melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026. Meski total anggaran hanya bergerak tipis dari Rp1,712 triliun menjadi Rp1,713 triliun, perubahan justru terlihat cukup signifikan pada struktur pendapatan daerah.

Salah satu yang paling mencolok adalah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik Rp31,5 miliar. Dari sebelumnya Rp269,25 miliar, target PAD dalam APBD-P 2026 dinaikkan menjadi Rp300,65 miliar.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Halsel mulai mendorong penguatan kapasitas fiskal dari sumber pendapatan daerah sendiri.

Wakil Bupati Halsel, Helmi Umar Muchsin, menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD terkait dokumen KUA-PPAS Perubahan di Gedung DPRD Halsel, Jumat 7 Agustus 2026.

“Perubahan APBD ini bukan sekadar penyesuaian angka, tetapi merupakan bagian dari reformasi arah pembiayaan pembangunan di Halmahera Selatan.”
Menurut Helmi, perubahan struktur anggaran menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun pola pembiayaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, dana transfer juga mengalami penyesuaian. Dalam APBD-P 2026, dana transfer tercatat sebesar Rp1,393 triliun, dengan koreksi neto sekitar Rp30,5 miliar dibandingkan struktur sebelumnya.

Meski demikian, Halsel memperoleh tambahan insentif Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tambahan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah dalam menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan.

Sementara komponen pendapatan lainnya tidak mengalami perubahan dan tetap berada pada angka Rp19 miliar.

Target PAD yang kini menembus Rp300 miliar, pemerintah daerah tampaknya ingin memperbesar ruang fiskal yang bersumber dari potensi daerah sendiri.

Langkah tersebut menjadi penting karena kenaikan total APBD tidak terlalu besar. Artinya, tantangan pemerintah bukan sekadar menambah besaran anggaran, tetapi memastikan struktur pendapatan semakin sehat dan mampu menopang kebutuhan pembangunan daerah.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan