Ternate Hari ini
Beranda Parlementaria Bupati Ikram Lantik Sembilan Kepala Desa di Patani Utara

Bupati Ikram Lantik Sembilan Kepala Desa di Patani Utara

Ternatehariini – Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, mengambil sumpah dan melantik sembilan kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak periode 2026–2034. Pelantikan berlangsung di Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa 11 Agustus 2026.

Sembilan kepala desa yang dilantik yakni Wahuddin Majid sebagai Kepala Desa Gemia, Parno Toos sebagai Kepala Desa Bilifitu, Luth Iskandar Alam sebagai Kepala Desa Tepeleo, Waggas Muhammad sebagai Kepala Desa Tepeleo Batu Dua, Mursalin Hamid sebagai Kepala Desa Pantura Jaya, Abbas Zubair sebagai Kepala Desa Palo, Dahir Salim sebagai Kepala Desa Peniti, Hasmadi Hi. Arsad sebagai Kepala Desa Masure, serta Hi. Suparman Hi. Fakir.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Halmahera Tengah Bahri Sudirman, jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Ikram menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala desa yang baru dilantik. Ia meminta amanah dan kepercayaan masyarakat dijaga dengan penuh komitmen serta konsistensi sesuai sumpah jabatan yang telah diucapkan.

“Pelantikan kepala desa ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal pengabdian panjang dan mulia. Kepala desa adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat desa,” ujar Ikram.

Menurutnya, kepala desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Karena itu, ia meminta para kepala desa segera melakukan konsolidasi dan merangkul seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan pemerintahan desa.

Ikram juga mengingatkan para kepala desa, agar meningkatkan kualitas pelayanan publik yang semakin dituntut masyarakat.

“Kelola keuangan desa secara transparan dan akuntabel, pahami regulasi, bekerja sesuai aturan, serta bangun inovasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pesannya.

Bupati Ikram mengatakan seluruh kepala desa juga akan mengikuti kegiatan retret di Kodim 1512/Weda pada Desember mendatang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat disiplin sekaligus pemahaman mengenai penegakan hukum.

Dalam kesempatan itu, Ikram turut menyinggung pentingnya mengakhiri sekat-sekat politik setelah pelaksanaan Pilkada. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bekerja untuk seluruh masyarakat Halmahera Tengah tanpa membedakan pilihan politik.

“Yang saya lihat sekarang adalah masyarakat Halmahera Tengah. Kalau saya masih membawa dendam politik, hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi dalam pembangunan Halmahera Tengah,” tegasnya.

Ia menilai seorang pemimpin harus memiliki mentalitas untuk merangkul seluruh masyarakat dan mengesampingkan perbedaan politik demi pembangunan daerah.

“Saya terus terang, saat pelantikan OPD ada yang tidak memilih saya bersama Wakil Bupati. Tapi saya tidak memiliki sifat menjatuhkan seseorang akibat dampak Pilkada,” katanya.

Selain berbicara mengenai pemerintahan desa, Bupati Ikram menyampaikan kondisi kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) di Halmahera Tengah. Ia menyebut seluruh ASN saat ini mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), yang menurutnya menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur.

Ia juga mendorong ASN memanfaatkan program beasiswa yang disediakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“ASN harus dapat mengembangkan pendidikannya, sebab saat ini kita menggunakan sistem merit dalam pengelolaan kepegawaian. ASN yang memenuhi syarat akan dilantik pada jabatan eselon IV, III, dan II berdasarkan penilaian sistem tersebut,” jelasnya.

Ikram menilai pelantikan kepala desa yang dilaksanakan langsung di kecamatan merupakan sebuah terobosan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pelantikan di tingkat kecamatan memungkinkan masyarakat menyaksikan secara langsung proses pengambilan sumpah dan pelantikan pemimpin mereka.

“Pelantikan kepala desa di kecamatan menguntungkan masyarakat, karena mereka bisa lebih dekat dengan pemimpinnya dan menyaksikan langsung prosesi pelantikan,” ujarnya.

Ia membandingkan pelaksanaan pelantikan di tingkat kabupaten yang umumnya berlangsung di dalam gedung dan berpotensi membatasi jumlah masyarakat yang dapat hadir.

“Karena itu, saya menggagas agar pelantikan kepala desa dilakukan di kecamatan, supaya lebih dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Bupati Ikram berharap sembilan kepala desa yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga amanah masyarakat demi kemajuan desa masing-masing dan pembangunan Halmahera Tengah secara keseluruhan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan