Pembangunan PLTS 100 MW di Haltim Butuh Lahan 28 Hektare
Ternatehariini – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, membutuhkan lahan seluas kurang lebih 28 hektare.
Pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun di Kabupaten Halmahera Timur.
Hal itu terungkap saat Manager PT PLN (Persero) UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra, melakukan kunjungan dan bertemu dengan Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, di Kantor Bupati Halmahera Timur, Kamis (3/9/2026).
Ilham mengatakan, pembangunan PLTS berkapasitas 100 MW tersebut membutuhkan lahan sekitar 28 hektare.
“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Halmahera Timur yang terus mengalami peningkatan,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, pengembangan jaringan dan infrastruktur kelistrikan di Halmahera Timur tidak hanya akan berfokus pada wilayah Maba dan Subaim, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah lainnya, termasuk Lolobata dan Wasileo.
Pengembangan tersebut juga diarahkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan peningkatan pelayanan kelistrikan.
Sementara itu, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub menyatakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan PLTS yang merupakan bagian dari PSN tersebut.
Menurut Ubaid, pembangunan PLTS memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Pemerintah Daerah sangat mendukung pembangunan PLTS ini karena merupakan Proyek Strategis Nasional dan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Halmahera Timur,” kata Ubaid.
Dalam pertemuan tersebut, Ubaid juga meminta PLN memberikan dukungan terhadap ketersediaan pasokan listrik yang stabil untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba.
Menurutnya, kestabilan pasokan listrik sangat penting untuk menunjang operasional berbagai peralatan kesehatan berteknologi canggih yang tersedia di rumah sakit tersebut.
“Kami juga meminta dukungan PLN untuk memastikan pasokan listrik ke rumah sakit dapat berjalan stabil karena rumah sakit memiliki berbagai alat kesehatan canggih yang membutuhkan dukungan listrik yang baik untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harapnya.
Bupati dua periode itu menambahkan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah, untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan PT PLN (Persero) UP3 Sofifi, dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan serta meningkatkan pelayanan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Halmahera Timur. (Zhar/Red)




