Sekda Haltim Soroti Tambang PT Anglit Raya, Risiko Longsor Mengintai Pengendara
Ternatehariini – Sekretaris Daerah Halmahera Timur (Haltim), Ricky Chairul Richfat, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH), Ardiansyah Madjid, menunjukkan sikap tegas saat meninjau lokasi pertambangan PT Anglit Raya.
Peninjauan dilakukan di area rawan longsor yang berada di sekitar Jalan Nasional penghubung Kecamatan Maba dan Kota Maba. Lokasi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.
Diketahui, aktivitas pertambangan PT Anglit Raya membuka galian baru di kawasan pegunungan, dengan kemiringan curam dan berdekatan langsung dengan badan jalan nasional. Kondisi ini berpotensi memicu longsor sewaktu-waktu.
Sekda Haltim, Ricky Chairul Richfat menegaskan, apabila kegiatan pertambangan tidak segera dihentikan sementara, longsor berulang dikhawatirkan kembali menutup akses jalan dan membahayakan masyarakat. Terlebih, tidak terdapat bangunan penahan material seperti bendungan atau penahan batu di lokasi tersebut.
“Pohon-pohon yang sebelumnya menjadi penahan alami kini sudah dibersihkan. Ditambah lagi tumpukan batu besar berada di tepi jalan yang curam, sehingga berpotensi jatuh ke badan jalan dan mengancam pengendara roda dua maupun roda empat,” ujar Ricky.
Ia kemudian memerintahkan, Kepala DPLH untuk segera berkoordinasi dengan Inspektur Tambang serta Kementerian Lingkungan Hidup, terkait aktivitas perusahaan tersebut.
“Saya menugaskan Kadis DPLH beserta jajarannya berkoordinasi dengan Inspektur Tambang, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara,” tegasnya.
Ricky menjelaskan, meski kewenangan pertambangan berada di pemerintah provinsi dan pusat, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab menyampaikan laporan resmi sebagai bahan evaluasi.
“Pemda melalui DPLH akan menyusun laporan untuk ditelaah dan disampaikan kepada Bupati, selanjutnya menjadi rekomendasi ke Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara visual kondisi lokasi tambang tersebut telah mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami minta pengguna jalan lebih berhati-hati,” pungkasnya.






