Gubernur Maluku Utara Tinjau Program RTLH di Desa Kusu, Soroti Penguatan Ekonomi Warga
Ternatehariini – Sherly Laos meninjau langsung program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin 2 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Maluku Utara, Musrifah Alhadar. Kehadiran rombongan Pemerintah Provinsi Maluku Utara disambut hangat oleh para penerima bantuan dan warga setempat.
Setibanya di lokasi, Sherly berdialog langsung dengan sejumlah kepala keluarga penerima bantuan RTLH. Ia menanyakan kondisi pekerjaan, penghasilan, hingga pendidikan anak-anak mereka.
Dari dialog tersebut terungkap sebagian besar penerima bantuan belum memiliki keterampilan tetap yang dapat menunjang penghasilan bulanan. Rata-rata bekerja sebagai pekebun di lahan milik orang lain dengan pendapatan yang tidak menentu.
“Setelah membangun rumah, ternyata banyak kepala keluarga yang belum punya keterampilan. Rata-rata hanya berkebun di lahan milik orang lain. Pendapatan sekitar satu juta rupiah, bahkan ada yang tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulan,” ujar Sherly.
Menurutnya, pembangunan rumah harus dibarengi penguatan ekonomi keluarga agar bantuan tidak hanya berhenti pada aspek hunian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemprov Maluku Utara akan melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap para penerima bantuan untuk diarahkan mengikuti pelatihan kerja.
“Kita akan verifikasi, terutama yang bisa diarahkan menjadi tukang bangunan. Diberi keterampilan supaya ada pekerjaan dan penghasilan bulanan,” tegasnya.
Selain persoalan ekonomi, Sherly juga menanggapi keluhan warga terkait fasilitas rumah, seperti dapur yang dinilai berukuran kecil. Ia menjelaskan dapur sebenarnya sudah tersedia dalam desain awal rumah, namun kebutuhan setiap keluarga berbeda.
“Dapur sudah ada, hanya saja mereka merasa ukurannya kecil sehingga itu menjadi pilihan masing-masing. Untuk kekurangannya, yang perlu dibantu adalah pemasangan listrik dan air,” katanya.
Sementara itu, Musrifah Alhadar menjelaskan di Desa Kusu terdapat lima unit rumah yang dibangun melalui program RTLH tahun 2025.
Salah satu penerima bantuan, Falem Urep, mengaku bersyukur atas rumah baru yang kini ditempati bersama keluarganya. Sebelumnya, ia tinggal di rumah berdinding papan dan beratap rumbia dalam kondisi tidak layak huni.
Rumah tersebut juga berdiri di atas tanah milik orang lain sehingga keluarganya tidak memiliki kepastian tempat tinggal.
“Kita sangat bersyukur sudah dapat bantuan. Terima kasih, Ibu Gubernur,” ujarnya.
Kini ia dan keluarganya merasa lebih tenang karena menempati rumah permanen di atas tanah milik sendiri. “Kalau rumah sebelumnya di tanah milik orang, kita hanya pinjam. Sekarang tanah kita sendiri, jadi lebih tenang,” pungkasnya.






