Ternate Hari ini
Beranda Peristiwa 133 Rumah dan 7 Gereja Rusak Akibat Gempa di Kota Ternate

133 Rumah dan 7 Gereja Rusak Akibat Gempa di Kota Ternate

Ternatehariini – Gempa bumi yang mengguncang Kota Ternate pada Kamis pagi 2 April 2026 menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan rumah ibadah.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mencatat sedikitnya 133 rumah dan 7 gereja mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

BPBD melaporkan bahwa terdapat 10 kelurahan di tiga kecamatan terdampak gempa, dengan kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Batang Dua. Di Kelurahan Bido, tercatat 9 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan, sementara Gereja Kalvari Bido mengalami kerusakan sedang.

Sementara itu, Kelurahan Tifure mencatat 7 rumah rusak ringan dan Gereja GPM Tifure mengalami kerusakan ringan. Di Kelurahan Lelewi, dampak gempa jauh lebih besar dengan 19 rumah rusak berat, 35 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. Tiga gereja di wilayah ini juga terdampak, yakni GKPMI Imanuel Lelewi (rusak berat), GPDI Lelewi (rusak sedang), dan GPDI Eklesia Lelewi (rusak ringan). Warga setempat kini mengungsi di SDN 78 Lelewi.

Di Kelurahan Mayau, Gereja GPM Mayau dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara warga mengungsi di SMAN 11 Kota Ternate. Adapun di Kelurahan Pante Sagu, satu gereja mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan juga dilaporkan di Kecamatan Ternate Selatan. Di Kelurahan Gambesi, terdapat 4 rumah rusak berat, sedangkan di Kelurahan Mangga Dua satu rumah mengalami kerusakan sedang. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Di wilayah lainnya, seperti Kecamatan Ternate Tengah dan Ternate Utara, kerusakan relatif lebih ringan. Kelurahan Tongole mencatat satu rumah rusak ringan, sementara di Kelurahan Sango dan Tobeleu masing-masing terdapat satu dan dua rumah rusak ringan.

Saat ini, tim Posko Penanganan Bencana Kota Ternate telah diberangkatkan menuju Kecamatan Batang Dua untuk melakukan asesmen langsung di lapangan serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Pemerintah daerah juga terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, sembari melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak gempa.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan