Sultan Tidore Imbau Warga Tidak Terprovokasi Konflik Antar Desa di Halmahera Tengah
Ternatehariini – Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, mengimbau masyarakat Maluku Utara, khususnya di Halmahera Tengah, untuk tidak terprovokasi oleh konflik yang terjadi antara Desa Banemo dan Desa Sinenpope, Kecamatan Patani Barat, pada Jumat 3 April 2026.
Sultan Husain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta menahan diri dari berbagai isu yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga situasi agar tetap aman dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat merugikan kita semua,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk segera mengambil langkah tegas dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Saya berharap kepada aparat keamanan, mulai dari Kapolda hingga Kapolres Halmahera Tengah serta Dandim, agar dapat bekerja sama menjaga keamanan yang saat ini sedang terganggu,” tambahnya.
Selain itu, Sultan Husain mendesak Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang memicu konflik tersebut.
“Pelaku harus segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian di wilayah Maluku Utara.
“Damai itu indah. Mari kita jaga Bumi Moloku Kie Raha agar tetap rukun,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Halmahera Tengah merupakan bagian integral dari wilayah kekuasaan dan hukum adat Kesultanan Tidore yang secara tradisional dikenal dengan sebutan Gam Range.






