Kuliah Tamu Magister Ilmu Pertanian Unkhair Bahas Implementasi Asta Cita di Negeri Rempah
Ternatehariini – Implementasi Asta Cita di daerah menjadi perhatian, dalam kuliah tamu yang digelar Program Studi Magister Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Rabu 9 September 2026.
Mengusung tema “Mendaratkan Asta Cita di Negeri Rempah”, kegiatan yang berlangsung di Gedung SBSN Unkhair tersebut menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, SP., M.Sc.
Kuliah tamu ini diikuti mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian jenjang S1 dan Magister.
Direktur Pascasarjana Unkhair, Dr. Ir. Abdul Gaus, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu menghasilkan produktivitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Abdul Gaus, kekayaan sumber daya alam (SDA) Maluku Utara harus dikelola dengan dukungan ilmu pengetahuan dan inovasi, agar mampu menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah.
“Inovasi harus menghasilkan produktivitas dan memberikan dampak kepada masyarakat. Harapannya, Maluku Utara kembali menjadi pusat pertumbuhan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki,” ujarnya.
Ia berharap, mahasiswa dapat memahami bagaimana arah pembangunan nasional diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program di tingkat daerah, termasuk dalam pembangunan desa, pendidikan, wilayah pesisir, hingga kawasan pelosok.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menegaskan bahwa Asta Cita perlu diterjemahkan ke dalam program pembangunan, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.
“Asta Cita harus berhenti menjadi wacana di tingkat pusat. Kebijakan nasional harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat di Kota Ternate,” katanya.
Thamrin menjelaskan, Pemerintah Kota Ternate terus mengarahkan sejumlah program pembangunan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan daerah, termasuk rempah-rempah seperti pala dan cengkeh.
Selain sektor rempah, pembangunan juga diarahkan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan pembangunan berbasis kepulauan, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Menurut Thamrin, karakter Ternate sebagai kota kepulauan menghadirkan sejumlah tantangan pembangunan, terutama dalam pemerataan layanan publik, pengelolaan sampah, perlindungan kawasan Gunung Gamalama, serta pelestarian wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.
“Karakteristik daerah harus menjadi pertimbangan dalam menerjemahkan kebijakan nasional. Karena itu, perencanaan pembangunan harus mampu menjawab persoalan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah,” jelasnya.
Terpisah, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pertanian Unkhair, Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha, S.Pt., M.Sc., IPM., menilai kuliah tamu menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa melalui pengalaman praktis dari pejabat pemerintahan maupun praktisi.
Menurut Yusri, materi yang disampaikan Thamrin relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa karena memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara kebijakan pembangunan nasional dan implementasinya di tingkat daerah.
“Materi yang disampaikan sangat relevan karena memberikan gambaran tentang keterkaitan kebijakan pembangunan nasional dengan implementasinya di daerah,” ujarnya.
Ia berharap wawasan yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal, dalam mengembangkan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan pertanian dan optimalisasi potensi wilayah Maluku Utara.
Kuliah tamu ini sekaligus menjadi ruang bagi perguruan tinggi dan pemerintah daerah, untuk memperkuat sinergi, sehingga pengetahuan akademik dan kebijakan pembangunan dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan serta mengoptimalkan potensi Negeri Rempah.




