Ternate Hari ini
Beranda Lingkungan Antam Group Sepakat, Aliansi Pemuda Mabapura Buka Blokade Jalan Operasional

Antam Group Sepakat, Aliansi Pemuda Mabapura Buka Blokade Jalan Operasional

Ternatehariini – Aliansi Pemuda Mabapura, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, akhirnya membuka blokade jalan operasional Antam Group pada Minggu, 13 September 2026. Pembukaan blokade tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher.

Pembukaan blokade dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Wakil Bupati Anjas Taher memfasilitasi mediasi antara Aliansi Pemuda Mabapura dan Antam Group.

Mediasi tersebut turut dihadiri Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah, Camat Kota Maba Irwanto Maneke, serta pemerintah Desa Sangaji dan Desa Soalaipo. Dalam pertemuan itu, para pihak menyepakati sejumlah poin tuntutan yang disampaikan Aliansi Pemuda Mabapura.

Koordinator Aliansi Pemuda Mabapura, Saiful Siwa, mengatakan pembukaan blokade merupakan bentuk penghormatan terhadap proses dialog dan kesepakatan yang telah dicapai bersama.

“Namun demikian, Pemuda Mabapura menegaskan bahwa pembukaan blokade bukan berarti pengawalan terhadap aspirasi masyarakat berakhir,” ujar Saiful.

Menurutnya, seluruh kesepakatan yang telah dicapai akan dikawal melalui tim kecil yang telah dibentuk. Tim tersebut diharapkan dapat memastikan tuntutan masyarakat diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mabapura.

“Aliansi Pemuda Mabapura juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, yang telah memfasilitasi proses dialog hingga tercapainya kesepakatan. Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Halmahera Timur yang turut menyaksikan proses penyelesaian dan pembukaan blokade,” jelasnya.

Aliansi Pemuda Mabapura berharap kesepakatan yang dicapai pada 13 September 2026 menjadi momentum untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif antara masyarakat, pemerintah, dan Antam Group.

Hubungan tersebut diharapkan dibangun dengan mengedepankan dialog, kemitraan, transparansi, serta keadilan pembangunan bagi masyarakat desa penghasil dan desa yang terdampak aktivitas pertambangan.

“Dalam pertemuan tersebut, para pihak akhirnya mencapai kesepakatan bahwa aspirasi Pemuda Mabapura akan ditindaklanjuti melalui program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tim kecil yang dibentuk akan menjadi forum bersama untuk membahas prioritas, menyusun program, serta mengawal tindak lanjut atas kesepakatan yang telah dicapai,” pungkasnya. (Zhar/Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan