Kemendikdasmen Siapkan Rehabilitasi Sekolah Rusak di Maluku Utara pada 2027
Ternatehariini – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan langkah rehabilitasi terhadap sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat di Maluku Utara. Program tersebut diproyeksikan masuk dalam penganggaran tahun 2027 dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Hal tersebut disampaikan Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, saat mengunjungi SMAN 1 Kota Ternate, Rabu 23 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Yuli didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdulla.
Yuli menjelaskan, penanganan sarana dan prasarana sekolah akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Untuk kerusakan ringan, sekolah dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna melakukan perbaikan.
Sementara sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat akan menjadi perhatian dalam perencanaan rehabilitasi melalui penganggaran tahun 2027.
“Untuk kerusakan ringan bisa menggunakan dana BOS. Sedangkan untuk rehabilitasi gedung dengan kerusakan sedang sampai berat akan diprioritaskan melalui penganggaran tahun 2027,” ujar Yuli.
Menurutnya, penentuan sekolah yang menjadi prioritas tidak hanya berdasarkan kondisi bangunan, tetapi juga mempertimbangkan daya tampung serta kebutuhan riil sekolah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik di Maluku Utara.
Selain membahas infrastruktur, kunjungan Kemendikdasmen juga menyoroti upaya memperluas akses pendidikan melalui penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), terutama bagi siswa yang berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Yuli menyebut pengalaman penerapan PJJ menunjukkan bahwa metode tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran. Jenjang SMA dinilai memungkinkan untuk menerapkan PJJ secara optimal sehingga siswa di pulau terpencil tetap dapat menyelesaikan pendidikan menengah.
Di sisi lain, Kemendikdasmen mendorong penyusunan modul pembelajaran yang lebih terfokus, khususnya untuk rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), agar proses pembelajaran jarak jauh dapat berlangsung secara efisien dan aplikatif.
Dalam kunjungannya, Yuli juga memberikan motivasi kepada siswa kelas XII SMAN 1 Ternate agar mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia mendorong lulusan SMA di Maluku Utara dapat memanfaatkan berbagai pilihan perguruan tinggi, baik di daerah seperti Universitas Khairun, IAIN Ternate, dan Poltekkes Ternate maupun di luar daerah seperti Ambon dan Makassar. (Ay/Red)




