Ternate Hari ini
Beranda Publik Warga Pertanyakan Progres Jalan Payahe-Dehepodo di Kantor PT Intimkara

Warga Pertanyakan Progres Jalan Payahe-Dehepodo di Kantor PT Intimkara

Ternatehariini – Sejumlah warga mendatangi kantor PT Intimkara di Jalan Mononutu, Kelurahan Tanah Raja, Kota Ternate, Kamis 1 Oktober 2026, untuk mempertanyakan progres pembangunan ruas Jalan Payahe-Dehepodo.

Kedatangan warga tersebut, untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta penjelasan terkait perkembangan pekerjaan, yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan di lapangan.

Salah seorang perwakilan warga, berinisial MD, bersama sejumlah warga lainnya mempertanyakan pekerjaan proyek jalan yang disebut telah mencairkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Mereka meminta penjelasan mengenai realisasi pekerjaan serta perkembangan proyek, yang berkaitan dengan akses masyarakat di wilayah Oba dan Oba Selatan.

Sekitar pukul 12.00 WIT, perwakilan warga kemudian ditemui salah seorang karyawan perusahaan yang diketahui bernama Budi Liem. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana tegang. Perbedaan pandangan mengenai kondisi pekerjaan di lapangan sempat memicu perdebatan dengan nada suara tinggi.

Perwakilan warga meminta kejelasan mengenai progres fisik proyek, termasuk pekerjaan yang telah dilaksanakan dan tahapan penyelesaian ruas jalan tersebut.

Menurut warga, informasi mengenai perkembangan pekerjaan diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana pelaksanaan proyek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan akses transportasi mereka.

Sementara itu, pihak perusahaan menjelaskan bahwa, pembangunan jalan memiliki sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui. Di antaranya pengambilan sampel material serta penentuan titik pekerjaan.

Pihak perusahaan juga meminta, agar informasi mengenai pekerjaan yang disebut belum berjalan tersebut dikonfirmasi berdasarkan lokasi dan titik pekerjaan secara jelas.

Perdebatan kembali terjadi ketika kedua pihak mempertahankan pandangan masing-masing mengenai kondisi pekerjaan di lapangan. Perwakilan perusahaan meminta persoalan disampaikan berdasarkan kondisi faktual, sedangkan warga tetap meminta penjelasan mengenai progres riil pembangunan.

Pantauan Ternatehariini.com di lokasi hingga sekitar pukul 12.30 WIT, Budi Liem disebut telah berada di kantor perusahaan. Namun, perwakilan warga yang datang belum mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan.

MD bersama sejumlah warga lainnya masih menunggu kesempatan, untuk memperoleh penjelasan terkait progres pembangunan ruas Jalan Payahe-Dehepodo.

Diketahui, proyek pembangunan ruas Jalan Payahe-Dehepodo diketahui memiliki nilai kontrak sekitar Rp14,6 miliar dan berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos meminta agar pekerjaan ruas Payahe-Dehepodo dapat dilaksanakan secara bertahap pada 2026, dengan target keseluruhan pekerjaan rampung pada 2027.

Warga berharap, pihak terkait dapat memberikan informasi secara terbuka mengenai progres, tahapan pekerjaan, serta target penyelesaian proyek.

Hingga berita ini ditayangkan, perwakilan warga masih menunggu penjelasan langsung dari pihak PT Intimkara terkait perkembangan pembangunan ruas Jalan Payahe-Dehepodo.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan